Internasional

Israel Serang Sekolah PBB Tempat Pengungsi di Gaza, 40 Orang Meninggal

fin.co.id - 07/06/2024, 12:38 WIB

Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekolah yang dikelola PBB yang terkena serangan udara Israel di Nuseirat. [Bashar Taleb/AFP via Aljazeera)

FIN.CO.ID-  Militer Israel menyerang sekolah yang dikelolah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina atau yang disebut UNRWA yang terletak di Gaza Tengah pada Kamis kemarin, Kamis 6 Juni 2024.

Sebanyak 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel tersebut kebanyakan di antaranya wanita anak-anak yang mengungsi di Sekolah tersebut, sementara 70 orang dilaporkan menderita luka-luka rindang dan berat. Demikian menurut pejabat pemerintah setempat, dilansir dari Al Jazeera. Jumat 7 Juni 2024.

Serangan tersebut terjadi setelah militer Israel mengumumkan serangan darat dan udara baru di beberapa kamp pengungsi di Gaza tengah.

Kantor berita Palestina Wafa mengatakan, serangan rudal itu menghantam sekola al-Sardi yang merupakan tempat perlindungan pengungsu Palestina (UNRWA).

Baca Juga

Kelompok Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, mengutuk serangan itu dengan menyebut sebagai pembantaian yang mengerikan.

Ismail al-Thawabta, juru bicara kantor media pemerintah Gaza, mengatakan sejumlah besar korban tewas dan terluka dilarikan ke Rumah Sakit Al-Aqsa di Gaza tengah. Namun RS tersebut telah mencapai kapasitasnya.

“Pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh pendudukan Israel ini adalah bukti nyata genosida, pembersihan etnis terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak serta orang-orang terlantar di Jalur Gaza,” demikian Ismail al-Thawabta, juru bicara kantor media pemerintah Gaza

“Ini menandakan bencana nyata yang akan menyebabkan peningkatan jumlah martir yang lebih besar lagi, imbuhnya.

Militer Israel mengkonfirmasi pemboman tersebut, dengan mengatakan bahwa jet tempurnya menyerang kompleks Hamas yang terletak di dalam sekolah UNRWA di daerah Nuseirat.

Baca Juga

Mereka mengklaim pemboman tersebut menghilangkan "teroris" yang berencana melakukan serangan terhadap pasukannya.

Hamas menolak pernyataan Israel.

Semantara itu, Hamas menolak pernyataan dan tuduhan Israel tersebut dengan mengatakan sebagai kebohongan public

"Pendudukan menggunakan kebohongan terhadap opini publik melalui cerita palsu dan dibuat-buat untuk membenarkan kejahatan brutal yang dilakukan terhadap puluhan pengungsi,” kata al-Thawabta kepada kantor berita Reuters.

Serangan terhadap al-Sardi terjadi ketika pasukan Israel meningkatkan pemboman mereka di Gaza bahkan ketika Amerika Serikat dan para mediator terus berupaya mencapai kesepakatan gencatan senjata. (*)

Afdal Namakule
Penulis