Kafein dihilangkan menggunakan pelarut seperti etil asetat, dan ekstrak yang telah bebas kafein dikembalikan ke biji kopi sebelum dikeringkan.
Metode lain yang tak kalah menarik adalah CO2.
Biji kopi direndam dalam gas CO2 di bawah tekanan tinggi. CO2 berperan mengikat kafein dan senyawa pahit, sedangkan gula dan asam tetap di dalam biji kopi.
Tekanan kemudian dikurangi, sehingga CO2 dan kafein menguap, dan biji kopi dikeringkan.
Bagi yang lebih menyukai metode sederhana, metode air bisa menjadi pilihan.
Biji kopi direndam dalam air panas untuk mengekstrak kafein.
Air kemudian disaring untuk memisahkan biji kopi, dan diuapkan untuk menghilangkan kafein.
Sisa air yang bebas kafein dicampurkan kembali dengan biji kopi dan dikeringkan.
Perlu diingat bahwa meskipun telah melalui proses dekafeinasi, kopi tanpa kafein masih mengandung sedikit kafein, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan kopi biasa.
Itu kalau bicara kopi tanpa kafein. Bagaimana dengan kopi biasa?
Tips Menikmati Kopi Aman untuk Penderita Darah Tinggi
Tips Minum Kopi untuk Penderita Darah Tinggi, Image: Marcus Pinho / Pexels--
Kalau memang tetap ingin minum kopi biasa, dalam hal ini kopi dengan kandungan kafein normal, penderita darah tinggi dianjurkan mematuhi aturan di bawah ini:
- Batasi asupan kafein maksimal 400 mg per hari.
- Hindari gula dan krim tambahan pada kopi.
- Minum kopi bersama makanan untuk memperlambat penyerapan kafein.
- Pilih kopi yang ditanam di ketinggian tinggi untuk kadar asam klorogenat yang lebih rendah.
- Perhatikan efek kopi pada tubuhmu. Jika merasa gugup, cemas, atau sulit tidur setelah minum kopi, kurangi atau hindari sama sekali.