Fokus Masing-Masing Bidang
Sementara Pakar Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Dr. Imron Mawardi SP menolak wacana penggabungan Kemenpora dengan Kemenparekraf.
Menurutnya kedua kementerian ini tidak perlu digabungkan, walaupun memang banyak kegiatan olahraga yang bersinggungan dengan kegiatan ekonomi kreatif.
"Memang event olahraganya bagian dari event-event ekonomi kreatif kan gitu, tapi menurut saya tidak harus digabungkan ya," katanya saat diwawancarai pada Kamis, 18 April 2024.
Ia menjelaskan bahwa, Kemenpora sebaiknya fokus pada pembinaan dan juga prestasi-prestasi dibidang olahraganya.
Lalu, untuk Kemenparekraf bisa fokus untuk mengemas event-event olahraga itu sendiri menjadi daya tarik yang bisa dilirik wisatawan dalam dan luar negeri.
BACA JUGA:
- Kemenpora Apresiasi Langkah Proaktif BNI Perkuat Sport Tourism
- Kolaborasi Kemenpora dan PNM, Dito Arieotedjo: Bangun Ekonomi Pemuda Dimulai dari Pasar
Ia pun menjelaskan, apabila memang nantinya kedua kementerian ini harus digabungkan, hal-hal yang berkaitan dengan prestasi olahraga harus difokuskan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia.
"Kalau misalnya kementerian olahraga ini bisa dijadikan satu dengan kemenparekraf, otomatis untuk yang berkaitan dengan prestasi olahraganya harus difokuskan kepada KONI," tungkasnya.
Ia juga menjelaskan untuk pendapatan negara saat ini selain melalui event-event olahraga juga bisa melalui event-event musik.
"Bukan hanya olahraga ya event untuk devisa negara, sebenarnya ada pertunjukan musik yang bisa menciptakan event-event seperti halnya Singapura yang mengundang penyanyi Taylor Swift," ujarnya.
Adanya wacana penggabungan Kemenpora dan Kemenparekraf diakhir periode pemerintahan Presiden Jokowi Dodo atau Jokowi ini sangat digadang-gadangkan.
Mana yang Harus Diprioritaskan
Sedangkan Pengamat sekaligus dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang Efriza menyebut penggabungan dua kementerian itu merupakan sesuatu hal yang berlebihan.