Kesehatan . 09/04/2024, 10:52 WIB
“Stressor tinggi, lingkungan tidak mendukung, kontrol diri yang kurang (dapat menyebabkan orang mudah marah),” kata dr. Muhammad Ainul Rohman seperti dikutip FIN dari Alodokter.
“Masalah yang belum terselesaikan, faktor hormonal seperti pada kondisi pre menstruasi dan lainnya (juga dapat menyebabkan orang jadi mudah marah),” tambahnya.
Ketika dibiarkan, lanjut dr. Ainul Rohman, emosi yang tidak stabil dapat mengarah ke masalah kesehatan tertentu.
Dalah satunya menurut dia adalah borderline disorder atau kepribadian ambang. Mereka yang memiliki kepribadian ambang cenderung mudah marah dan labil.
Selain itu, bipolar disorder juga dikaitkan dengan emosi yang tidak stabil. Mereka yang bipolar disebut terkadang merasa sangat bahagia, namun di waktu lain merasa sangat sedih.
“(Selain itu masalah) kontrol diri, gangguan kecemasan, sering begadang (adalah efek lain dari emosi yang tidak stabil),” ungkapnya.
Ia menyarankan orang dengan emosi yang tidak stabil, untuk memeriksakan kondisi mereka ke dokter spesialis, untuk menerima penanganan yang tepat.
“Jika gejala atau keluhan yang Anda rasakan membuat diri Anda terganggu, dan dapat membahayakan baik diri sendiri maupun orang lain, maka Anda dapat konsultasikan keluhan Anda dengan dokter sepsialis jiwa ya,” ujarnya menyarankan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id