Dia mengatakan untuk melakukan aksi itu dirinya menerima imbalan berupa uang. Namun, pria itu mengaku tidak tahu siapa orang yang menyuruhnya.

Salah satu pelaku tragedi Moskow yang diamankan dan diinterogasi tentara Rusia-fin/diolah-X Twitter
BACA JUGA:
- Ini Wajah Pelaku Penembakan Massal Moskow, ISIS Klaim Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 60 Orang Lebih
- FSB Lapor ke Putin, 11 Orang Ditahan Terkait Serangan Teroris di Gedung Konser Moskow Rusia
Selain itu, tentara Rusia juga mengamankan seorang pria lainnya. Selama proses interogasi berjalan, pria itu tampak gemetaran.
Dalam video yang beredar, awalnya dia ditunjukkan dalam posisi berbaring tengkurap dengan tangan terikat di belakang.
Dagunya bersandar pada sepatu bot dengan seragam kamuflase. Kemudian dia diangkat untuk berlutut.
‼️????????⚡ BREAKING:
— Spetsnaℤ 007 ???????? (@Alex_Oloyede2) March 23, 2024
The words of the terrorist himself.
According to him, he was messaged roughly a month back by an unknown contact, without name on Telegram, offering him half a Million Roubles($5,500), he accepted and was given the task. pic.twitter.com/cYSAouGptf
Ухо ещё целое, просто бьютhttps://t.co/K4HntpmrNb #всрф #warcrimes #игил pic.twitter.com/6Nzq2TQood
— Necro Mancer (@666_mancer) March 23, 2024
Vladimir Putih Janji Hukum ISIS
Presiden Rusia Vladimir Putih marah besar. Dia bersumpah akan menghukum ISIS yang telah membunuh 143 orang dalam aksi teror di Crocus Hall gedung konser Moskow pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu.
Putin menyebut musuh ISIS sebagai terorisme internasional. Dia menyatakan siap bekerja dengan negara mana pun yang ingin mengalahkan ISIS.
"Semua pelaku dari ISIS, penyelenggara dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini akan dihukum secara adil. Hukuman ini tak terelakkan dan tak akan bisa mereka lupakan. Siapa pun mereka, siapa pun yang membimbing mereka," tegas Putin pada Minggu, 24 Maret 2024.
Putin mengaku sangat marah kepada ISIS. Sebab, banyak warga Moskow tak bersalah yang menjadi korban kekejaman dan kesadisan ISIS.