Kesehatan

Kenali Kehamilan Ektopik: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

fin.co.id - 22/02/2024, 04:55 WIB

Kenali Kehamilan Ektopik: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

FIN.CO.ID - Biasanya, kehamilan ektopik terjadi di dalam tuba falopi, yang sering disebut sebagai kehamilan tubal.

Jika tidak segera ditangani dengan benar, kehamilan ektopik dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan yang dapat mengancam nyawa.

Jadi, apa langkah-langkah penanganan yang perlu dilakukan untuk kehamilan ektopik? Ayo kita lihat penjelasannya.

Apa itu Kehamilan Ektopik?

Kehamilan ektopik adalah keadaan di mana hasil pembuahan telur terjadi di luar rahim, dan daerah yang sering terkena adalah tabung falopi, serviks, atau rongga perut.

Kondisi kehamilan ektopik dianggap sebagai situasi medis yang darurat. Ketika mengalami kondisi ini, kehamilan tidak dapat dipertahankan karena berpotensi menyebabkan pendarahan yang membahayakan nyawa. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengguguran janin dalam rahim.

Penyebab Kehamilan Ektopik

Kelainan struktur atau kerusakan pada tuba falopi sering menjadi penyebab utama terjadinya kehamilan ektopik.

Kondisi ini dapat mengakibatkan penyempitan saluran tuba falopi, yang menghalangi pergerakan sel telur menuju rahim.

Beberapa kondisi yang seringkali mengakibatkan kerusakan pada tabung falopi dan menjadi pemicu terjadinya kehamilan ektopik adalah sebagai berikut:

  • Endometriosis.
  • Adanya jaringan parut yang terbentuk karena efek samping tindakan medis pada rahim sebelum kehamilan.
  • Penyakit radang panggul.
  • Gangguan hormon.
  • Penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia.
  • Kelainan bawaan pada tuba falopi.

Selain itu, beberapa faktor juga berkontribusi dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami kehamilan ektopik, termasuk:

  • Hamil di usia 35 hingga 44 tahun.
  • Riwayat operasi pada area panggul atau perut.
  • Kebiasaan merokok.
  • Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya.
  • Menjalani program kesuburan, seperti in vitro fertilization (IVF).
  • Kehamilan yang terjadi setelah melakukan steril atau menggunakan alat kontrasepsi IUD dalam rahim.

Gejala Kehamilan Ektopik

Pada tahap awal, penderita kehamilan ektopik cenderung tidak menunjukkan gejala khusus dan hanya mengalami gejala umum kehamilan seperti mual, muntah, serta perubahan pada payudara.

Kehamilan ektopik akan menunjukkan gejala spesifik ketika masuk ke tahap yang lebih serius. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai dari kehamilan ektopik:

  • Nyeri perut.
  • Perdarahan dari vagina.
  • Pusing.
  • Pingsan.
  • Penanganan Kehamilan Ektopik

Penting untuk segera mengatasi kehamilan ektopik guna mencegah komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa. Dokter akan melakukan beberapa tindakan medis untuk menangani kehamilan ektopik, antara lain:

1.  Pemberian obat Methotrexate

Dokter akan memberikan injeksi obat Methotrexate untuk menghentikan perkembangan kehamilan ektopik pada tahap awal. Methotrexate bekerja dengan menyerap kantung kehamilan, melindungi tabung falopi dari kerusakan yang lebih lanjut. Setelah pemberian Methotrexate, dokter akan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kadar hormon hCG untuk memastikan bahwa kehamilan telah dihentikan.

2.  Laparoskopi

Laparoskopi adalah prosedur bedah yang melibatkan pembuatan sayatan kecil di dekat pusar. Tujuan dari laparoskopi dalam penanganan kehamilan ektopik adalah untuk mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan jaringan atau organ akibat perdarahan di rongga perut dan panggul. Selain itu, prosedur ini juga dapat dilakukan untuk mengeluarkan tuba falopi yang telah rusak.

3.  Laparotomi

Laparotomi adalah prosedur bedah yang melibatkan pembuatan sayatan pada perut. Prosedur laparotomi dilakukan ketika kehamilan ektopik menyebabkan perdarahan berat di rongga perut dan panggul. Setelah menjalani laparotomi, pasien perlu beristirahat selama minimal tiga bulan sebelum memulai program kehamilan lagi.

Mega Oktaviana
Penulis
-->