News . 03/02/2024, 09:59 WIB
Tema Hari Kanker Sedunia 2024 ini merupakan tema tahun ketiga, dimana tema ini telah dicanangkan sama selama 3 tahun sejak tahun 2022 yang lalu.
Tema dari 3 tahun kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kurangnya kesetaraan dalam perawatan kanker yang terjadi di dunia”, paparnya.
Dengan mengacu pada laman https://nationaltoday.com/world-cancer-day/ Prof. Maksum menjelaskan bahwa Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker, mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatannya, serta menyatukan upaya secara global untuk melawan penyakit mematikan ini, pertama kali ditetapkan pada KTT Dunia Melawan Kanker di Paris pada tanggal 4 Februari 2000 yang lalu.
Inisiatif untuk memperingati Hari Kanker Sedunia ini diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC), sebuah konsorsium global yang beranggotakan lebih dari seribu organisasi yang bekerja di bidang kanker. UICC, didirikan pada tahun 1933, berdedikasi untuk mempromosikan pencegahan dan pengendalian kanker dalam skala global.
Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi dampak global kanker dengan mendorong pendekatan kolaboratif antara pemerintah, organisasi, profesional kesehatan, dan individu.
Hari Kanker Sedunia menekankan bahwa setiap orang mempunyai peran dalam memerangi kanker, dan upaya kolektif yang signifikan untuk bekerjasama melawan penyakit kanker.
Prof. Maksum menjelaskan bahwa kanker masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit kanker di Indonesia terus meningkat.
Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) kasus kanker Indonesia pada tahun 2020 mencapai 396.914 kasus. Sedangkan total kematian akibat penyakit kanker sebesar 234.511.
Menurut data Kemenkes RI kanker merupakan penyakit paling mematikan nomor tiga di Indonesia, setelah stroke dan penyakit jantung.
Adapun jenis kanker yang tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara dengan 65.858 kasus atau 16,6 persen dari total seluruh kasus kanker. Sedangkan urutan kedua adalah kanker serviks dengan 36.633 kasus, dan ketiga adalah kanker paru sekitar 34.783 kasus.
“Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit kanker ini adalah masih rendahnya skrining dan deteksi dini penyaklit kanker, sehingga sebagian besar pasien kanker baru terdeteksi setelah stadium lanjut. Padahal tingkat kesembuhan penderita kanker semakin tinggi jika kasusnya ditemukan saat stadium dini. Oleh sebab itu, sangatlah penting melakukan deteksi dini kanker melalui skrining."
"Sayangnya memang kesempatan untuk melakukan deteksi dini penyakit kanker ini masih terbatas bahkan masih tergolong rendah di Indonesia”, tuturnya.
Prof. Maksum menambahkan bahwa telah terjadi fenomena yang mengkhawatirkan yaitu adanya pergeseran usia penderita kanker yang sebelumnya didominasi oleh pasien usia lanjut, kini kasus kanker baru meningkat pesat di kalangan dewasa muda.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id