Melalui kerja sama tersebut, kedua negara akan memproduksi 120 unit jet tempur untuk Korea Selatan dan 48 jet tempur untuk Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga mendapat transfer teknologi yang akan mendorong industri pertahanan dalam negeri dalam produksi pesawat KF-21 untuk pasar global.
Sesuai kesepakatan awal pada 2014, Indonesia dibebankan 20 persen dari total biaya pengembangan pesawat tempur itu. Namun, Indonesia masih menunggak pembayaran karena keterbatasan APBN.
BACA JUGA:
- Dituding Curi Project Dojo, Tesla Gugat Eks Insinyurnya
- RI Kirim 30 Insinyur, Australia Sampaikan Terima Kasih