FIN.CO.ID- Gerakan unfollow atau berhenti mengikuti akun media sosial Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang ramai di Twitter yang sekarang bernama X.
Netizen ramai-ramai unfollow media sosial Jokowi sebagai bentuk kekecawaan setelah Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya bisa berkampanye dan berpihak dalam Pilpres 2024.
Sebagian besar netizen yang unfollow media sosial Jokowi yakni dari mereka yang dulunya pendukung setia Jokowi.
BACA JUGA:
- Isu Pemakzulan Jokowi, Golkar Tegaskan Tak Mau Terlibat
- Nusron Wahid Percaya Mahfud MD Tak Terlibat Isu Pemakzulan Presiden
Namun, kekecewaan mereka terhadap Jokowi seiring dengan berubahnya arah dukungan Jokowi dalam Pilpres 2024 dari Ganjar Pranowo ke Prabowo Subianto yang menggandeng sulungnya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
Seperti akun milik Islah Bahrawi- pengamat teroris- mengatakan, dulunya dia pendukung setia Jokowi. Bahkan dirinya membentuk tim pemantau medsos Jokowi atau PMJ. Tim ini dibuat untuk menghadang para pembenci.
Namun kini, tim yang beranggotalan 120 orang itu ramai-ramai unfollow medsos Jokowi.
"Dulu secara mandiri, saya dan teman-teman membentuk tim Pemantau Medsos Jokowi (PMJ) untuk menghadang para penyerang. Sekarang 120 orang anggota tim itu unfollow dari akun Jokowi —termasuk saya — karena kecewa. Orang yg dulu kami berhalakan itu telah memberhalakan dirinya sendiri" tulis Islah Bahrawi di akun Twitter-nya.
BACA JUGA:
- Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Istana Beri Penjelasan Resmi Soal Maksud Pernyataan Itu
- Koalisi Masyarakat Sipil Desak Jokowi Cuti atau Mundur Jika Ingin Berpihak dan Berkampanye
Begitu juga dengan pegiat medsos, Denny Siregar, dirinya akui sudah tak lagi percaya dengan Jokowi.
"Pak @jokowi maaf saya unfollow ya. Udah gak percaya lagi sama bapak." kata Denny Siregar.
Banyak netizen juga ramai-ramai ikut gerakan unfollow Jokowi sebagai bentuk kekecewaan.
"#UNFOLJOKOWI SEKARANG !!!Bentuk keresahan Rakyat atas pemerintahan @jokowi , mari sama2 Unfol akun X jokowi" tulis netizen lainnya.
BACA JUGA:
- Presiden Boleh Kampanye, Saiful Mujani Bilang Jokowi Mulai Kalap: Sudah Waktunya DPR Gunakan Hak Angket
- Politikus PDIP Sebut Jokowi Tak Boleh Berpihak ke Salah Satu Paslon
Cawe-Cawe Jokowi Bisa Picu Pemakzulan
Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Todung Mulya Lubis mengatakan, keberpihakan Presiden Jokowi terhadap salah satu capres cawapres bisa memicu pemakzulan.