News . 10/01/2024, 09:56 WIB
Ia kemudian pergi ke dokter dan diberitahu bahwa ia memiliki kandungan yang sangat besar.
Dokter mengatakan bahwa pil KB bisa berbahaya bagi kesehatannya dan menyarankan agar ia terus melahirkan, karena itu bisa mengurangi kesuburannya.
Namun, hal itu tidak terbukti. Mariam terus melahirkan anak-anak dengan jumlah yang luar biasa.
Saat ia berusia 23 tahun, ia sudah memiliki 25 anak. Saat ia berusia 36 tahun, ia sudah memiliki 44 anak.
Mariam Nabatanzi tidak pernah merasa aneh dengan tingkat kehamilannya, karena ia mengira itu adalah warisan keluarga.
Ia pernah berkata: "Ayahku memiliki 45 anak dengan wanita-wanita yang berbeda".
Ternyata, Mariam mewarisi kondisi genetik langka yang disebut hiperovulasi, yang menyebabkan ovariumnya melepaskan banyak sel telur setiap siklus ovulasi.
Kondisi ini membuatnya mudah hamil dengan anak kembar, kembar tiga, atau bahkan kembar empat.
Sayangnya, kondisi ini juga membuatnya rentan mengalami komplikasi saat melahirkan.
Dari 44 anak yang ia lahirkan, 6 di antaranya meninggal dunia saat lahir atau dalam masa bayi.
Mariam Nabatanzi tidak hanya menghadapi tantangan fisik, tetapi juga emosional.
Suaminya, yang ternyata sudah menikah dengan empat wanita lain, meninggalkannya dan anak-anaknya tanpa memberi nafkah.
Ia bahkan menjual rumah tempat mereka tinggal dan mengusir mereka keluar.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id