Sepulang dari Madinah, Abdul Gani mengabdikan diri kepada Yayasan Al-Khairat sebagai Kepala Inspeksi.
Aktivitas Abdul Ghani dalam bidang pendidikan menarik perhatian Partai Keadilan. Kontribusinya dalam bidang dakwah membuat Partai Dakwah mengajaknya untuk ikut serta dalam Pemilu Legislatif 2004 sebagai calon anggota DPR RI. Meski ia mengaku tidak punya banyak uang, tetapi ia berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2004-2009.
BACA JUGA:
- Nah Lho, Firli Bahuri Minta Wakil Ketua KPK Alexander Marwata Diperiksa Polisi
- Politisi Golkar Nurdin Halid Diperiksa KPK Buntut Kasus yang Menjerat Mantan Hakim Agung Gazalba Saleh
Abdul Gani menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara pada 2 Mei 2014. Ia dilantik oleh Mendagri Gamawan Fauzi di Gedung DPRD Maluku Utara.
Lima tahun menjabat, Abdul Gani mencalonkan diri menjadi Gubernur Maluku Utara bersama wakilnya yaitu mantan Bupati Halmahera Tengah, Al Yasin Ali lewat partai pengusung PDIP dan PKPI pada Pilkada Maluku Utara 2018.
Mereka dinyatakan sebagai pemenang usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan raihan suara terbanyak yaitu 176.669 suara.
Harta Kekayaan Abdul Gani Kasuba
Dilansir dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Abdul Gani untuk periodik 2022 memiliki harta sebesar Rp6,4 miliar.
Hartanya bersumber dari tanah dan bangunan senilai Rp5,3 miliar yang tersebar di kota Ternate, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, dan Jakarta Selatan.
Ia memiliki sumber dari harta bergerak lainnya sebesar Rp 330 juta serta kas dan setara kas senilai Rp 673 juta. Abdul Gani memiliki satu mobil bermerek Toyota innova produksi tahun 2012 senilai Rp75 juta.
BACA JUGA:
- Mahfud MD Ralat Ucapannya yang Sebut OTT KPK Belum Cukup Bukti
- Kakak Hary Tanoe Diperiksa KPK Buntut Kasus Korupsi Bansos Beras