Kesehatan . 06/12/2023, 10:59 WIB
Tapi, varian EG.5 nggak beda dengan varian lain dari segi gejala dan keparahan penyakit.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian EG.5 nggak bikin gejala yang beda dengan varian lain, dan nggak ada bukti bahwa varian EG.5 bikin penyakit yang lebih parah.
Obat-obatan anti-COVID yang ada sekarang juga masih manjur melawan varian EG.5, dan tes-tes COVID, baik yang cepat maupun yang PCR, juga masih bisa ngedeteksi varian EG.5 dengan baik.
Gejala COVID yang disebabkan oleh varian EG.5 sama dengan gejala COVID pada umumnya, yaitu:
Gejala-gejala ini biasanya muncul dalam 2-14 hari setelah kena virus. Tapi, nggak semua orang yang kena COVID akan ngerasain gejala, terutama kalau mereka udah divaksin atau punya kekebalan yang bagus.
Makanya, penting banget buat tetap ikutin aturan kesehatan, kayak pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan hindari keramaian, buat ngehindarin penularan.
Kalau kamu ngerasain gejala-gejala di atas, buruan deh periksa diri ke tempat kesehatan terdekat dan lakuin isolasi mandiri.
Jangan lupa buat kasih tau orang-orang yang pernah kontak sama kamu dalam 14 hari terakhir, biar mereka juga bisa tes dan karantina.
Kalau gejala kamu makin parah, kayak susah napas, nyeri dada, atau bingung, segera hubungi nomor darurat.

Cara paling oke buat mencegah COVID yang disebabkan oleh varian EG.5 adalah dengan vaksinasi.
Vaksin COVID bisa melindungi kamu dari infeksi yang berat, masuk rumah sakit, dan meninggal gara-gara COVID, termasuk yang disebabkan oleh varian EG.5.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id