"Bagi ICW, Alexander lebih terlihat sebagai Pengacara Firli, ketimbang Pimpinan KPK. Lagipun, bagaimana mungkin kerja KPK akan berjalan baik jika dipimpin oleh seorang Koruptor seperti Firli Bahuri?," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku tidak merasa malu terkait dengan penetapan Firli Bahuri sebagai tersangka kasus pemerasan mantan menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)
Menurutnya azas praduga tak bersalah harus di kedepankan lantaran belum terbukti sepenuhnya.
"Kita juga harus berpegang pada prinsip praduga tak bersalah. Apakah kami malu? Saya pribadi tidak. Karena ini belum terbukti," kata Alex dalam keterangan resmi di KPK Kamis lalu.
BACA JUGA:
- Jokowi Teken Keppres Pemberhentian Firli Bahuri dan Tunjuk Nawawi Sebagai Ketua Sementara KPK
- Siapa Pengganti Firli Bahuri? Ini Penjelasan Istana Soal Kandidat Pengisi Jabatan Ketua KPK
Ia juga menegaskan kasus-kasus dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan pimpinan KPK lain seperti kasus Johannis Tanak, tidak ada yang terbukti dalam pemeriksaan di Dewas KPK.
"Kasus Pak Tanak dinyatakan Dewas tidak terbukti. Masyarakat menilai, masyarakat dasarnya apa? Penetapan tersangka, oke. tapi sekali lagi ini masih tahap awal. Masih ada tahap penuntutan dan persidangan," ungkapnya.
Jokowi Tetapkan Nawawi Pomolango Ketua KPK Sementara.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116 Tahun 2023 tentang pemberhentian Ketua KPK Firli Bahuri Jumat (24/22) malam, sekaligus menetapkan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango sebagai Ketua KPK sementara.
Sesuai aturan, Ketua KPK yang menjadi tersangka harus diberhentikan sementara.
"Ya sudah saya tandatangani tadi malam, dan saya kira sudah tahu semuanya memang aturannya seperti itu," ucap Presiden.
Penunjukan Nawawi sebagai Ketua KPK sementara, kata Presiden, melalui banyak pertimbangan yang tidak bisa ia sampaikan ke publik.
"Banyak pertimbangan. Memang pilihannya ada empat (Wakil Ketua KPK), tapi kita harus pilih satu, nggak mungkin empat-empatnya kita pilih," ujar Jokowi.
Jokowi akan mengevaluasi kinerja KPK di bawah kepemimpinan Nawawi sambil berjalan waktu.