Berikut adalah ketentuan dalam memilih oli mesin untuk motor:
1. Kekentalan (viskositas)
Kekentalan oli mesin diukur dalam satuan SAE (Society of Automotive Engineers). Semakin kecil angka SAE, maka semakin rendah tingkat kekentalan oli mesin tersebut.
Oli mesin dengan tingkat kekentalan yang rendah (SAE 10W-40 atau SAE 5W-30) lebih cocok untuk daerah dengan cuaca dingin. Sedangkan oli mesin dengan tingkat kekentalan yang tinggi (SAE 20W-50 atau SAE 15W-40) lebih cocok untuk daerah dengan cuaca panas.
BACA JUGA:
- Simak di Sini Biar Paham! Begini Cara Kerja Mobil Listrik dan Komponen Utamanya, Apa Bedanya dengan Hybrid?
- Wuling Bingo, Mobil Listrik Mungil yang Siap Meluncur di Indonesia: Lebih Keren dari Wuling Air Ev?
2. Jenis bahan dasar
Oli mesin tersedia dalam dua jenis bahan dasar, yaitu mineral dan sintetis. Oli mesin mineral terbuat dari minyak bumi, sedangkan oli mesin sintetis terbuat dari bahan-bahan kimia.
Oli mesin mineral lebih murah, tetapi memiliki performa yang lebih rendah dibandingkan dengan oli mesin sintetis. Oli mesin sintetis lebih mahal, tetapi memiliki performa yang lebih baik, seperti lebih tahan panas, lebih tahan lama, dan lebih hemat bahan bakar.
3. Standar kualitas
Oli mesin diuji dan diberikan standar kualitas oleh berbagai organisasi, seperti API (American Petroleum Institute) dan JASO (Japanese Automotive Standards Organization).
Oli mesin dengan standar API SJ atau lebih tinggi lebih cocok untuk motor dengan mesin injeksi. Sedangkan oli mesin dengan standar JASO MA2 atau lebih tinggi lebih cocok untuk motor dengan kopling basah.
BACA JUGA:
- Bocoran Honda Karisma 125 Matic: Skutik Entry-Level Calon Pesaing Serius Yamaha FreeGo, Suzuki Nex II dan Kymco Genio
- Review Honda Scoopy Stylo: Skutik Retro Modern yang Stylish dan Berkelas, Harga Terjangkau!
Dengan memilih oli mesin yang tepat, maka mesin motor Anda akan bekerja dengan baik dan awet.