Dalam rantai pasok industri otomotif, IKM alat angkut memiliki peran dalam menyuplai komponen single part kepada APM sebagai tier 2 ataupun tier 3. Artinya, produk IKM tersebut telah memenuhi standar kualitas tertentu yang ditetapkan APM. Peran IKM inilah yang diharapkan dapat diperkuat dalam mewujudkan target produksi KBLBB di Indonesia.
Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka melaksanakan program pembinaan guna mendukung penguatan peran IKM dalam pengembangan ekosistem KBLBB di Indonesia. Dalam penguatan kompetensi SDM IKM, telah dilaksanakan kegiatan bimtek konversi kendaraan listrik di NTB dan Bali pada tahun 2022, serta di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tahun 2023 ini.

Dalam pengembangan produk kendaraan listrik, telah dilaksanakan kegiatan bimtek pengelasan dan fasilitasi mesin peralatan bagi IKM di Purbalingga untuk mendukung pembuatan prototipe sepeda motor listrik bersama dengan Rainbow Moto Builder di tahun 2022. Dari sisi rantai pasok, Ditjen IKMA juga berupaya dalam mendorong IKM di sentra produksi untuk dapat berperan sebagai supplier bagi IKM produsen sepeda listrik. Ini juga dilakukan melalui program link and match.
Dengan keikutsertaan pada Pameran Kendaraan Listrik ini, IKM alat angkut diharapkan bisa meningkatkan promosi produknya, serta dapat memperluas jaringan pemasaran serta bisa meraih pasar potensial IKM Alat Angkut, dan pada akhirnya mampu memberikan kontribusi yang lebih besar lagi terhadap kemajuan industri di Tanah Air.