News . 11/11/2023, 18:50 WIB
FIN.CO.ID - Eks Wamenkumham Denny Indrayana menulis puisi mengkritisi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang seolah-olah tidak peduli atas maraknya protes publik terkait putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang meloloskan Gibran Rakabuming sebagai Cawapres.
Puisi itu ditulis oleh Denny Indrayana yang kini berada di Melbourne, Australia pada Sabtu, 11 November 2023.
Seperti dikutip fin.co.id dari akun X alias Twitter pribadinya, Denny Indrayana memberi judul puisinya: Presiden Alim Harus Dihormati, Presiden Dzalim Wajib Diakhiri.
Dalam puisi tersebut, Denny Indrayana mengkritisi presiden yang dinilai telah merendahkan konstitusi negara. Tak hanya itu. Denny Indrayana juga terang-terangan menyebut pengkhianat konstitusi bernama: Jokowi.
BACA JUGA:

Media Jerman Handelsblatt yang mengkritik Jokowi Gibran Abschied von der Demokratie - Selamat Tinggal Demokrasi-fin - Handelsblatt -
'Presiden Alim Harus Dihormati, Presiden Dzalim Wajib Diakhiri'
Leges sine moribus vanae,
Laws without morality are meaningless,
Hukum tanpa moralitas, tidak ada gunanya.
Kebobrokan hukum kita paripurna.
Konstitusi direndahkan, dihina-dina.
Diinjak-injak, bukan oleh orang biasa,
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id