Hingga 3 jam berselang, lanjut Alifurrahman, Pak Lurah belum muncul. Sampai sore juga belum ada tanda-tanda kepulangan Pak Lurah ke Istana.
"Sampai sore juga gak ada kejelasan. Si Bacawapres ini numpang sholat, ada konsumsi dia makan. Sampai maghrib juga tidak ada kejelasan," tutur Alifurrahman.
Setelah selesai sholat isya, kata Alifurrahman, Bacawapres ini berkomunikasi dengan stafnya. Dia menceritakan situasi yang dialaminya.
"Dia dalam posisi bingung. Mau keluar takut dianggap tidak menghormati Pak Lurah. Tapi kalau ditunggu sudah kelamaan," lanjutnya.
Akhirnya, kata Alifurrahman, staf tersebut mencoba menjemput si bacawapres di Istana. Sekitar pukul 20.00 WIB, Bacawapres itu bertanya lagi ke ajudan Pak Lurah. "Apakah saya sudah boleh pulang. Dijawab bahwa pesannya disuruh tunggu," kata Alifurrahman mengutip apa yang disampaikan oleh si Bacawapres tadi.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB, si Bacawapres ini memutuskan untuk istirahat. Sebab, sudah sangat lama menunggu di Istana namun tidak ada kejelasan.
BACA JUGA:
- Alifurrahman Penyebar Hoaks Prabowo Tampar Wamen Ogah Minta Maaf Meski Dibayar: Ini Soal Harga Diri!
- Alifurrahman Sebar Fitnah Prabowo Tampar Wamen, Ade Armando PSI: Dia Influencer Andalan PDIP, Memalukan!
"Kebayang gak dari jam 10 siang 'ditahan' di istana. Sudah lama sekali bacawapres ini menunggu. Bagi saya ini sulit dipercaya. Baik dari sisi kelakuan Pak Lurah, atau dari sisi kejadiannya. Masa iya disuruh nunggu selama itu," urai Alifurrahman.
Selanjutnya, kata Alifurrahman, si Bacawapres tadi kembali menghubungi ajudan Pak Lurah. Namun, kali ini bahasa sudah beda.
Si Bacawapres tidak lagi bertanya boleh pulang atau tidak. Si bacawapres ini dengan tegas mengatakan minta izin untuk istirahat. Alasannya, dia sudah terlalu lama menunggu.
"Meski ajudan bilang masih suruh tunggu, si Bacawapres ini sudah kelelahan. Selain itu, dia juga sudah dijemput stafnya. Lalu dia pulang dari Istana dan menginap di sebuah hotel dekat istana," bebernya.
Baru saja check in hotel, ada telepon dari istana. Si penelepon meminta bacawapres itu untuk menghadap lagi ke Istana.
"Cerita ini dikonsultasikan dengan salah satu elit partai. Si Bacawapres ini mendapat jawaban: Sudah tidak perlu kamu hadir ke sana lagi. Karena kamu sudah dipermainkan. Kamu sudah dizolimi. Ini bukan lagi soal ketaatan atau kepatuhan pada pimpinan dan aturan. Sudah sekarang kamu istirahat, besok kita ketemu. Kata salah satu elit partai ini," tutur Alifurrahman.
BACA JUGA: