Catatan Dahlan Iskan . 23/09/2023, 06:03 WIB
Ini cerita tentang perguruan silat yg sering tawuran. Teman anak saya masih 10 thn , laki2. Sering melihat tawuran lewat TV. Suatu saat dia bilang ke ayahnya. Yah nanti aku melok anggota perguruan silat "A". dan tidak mau memilih yg lain. Ditanya sama Ayahnya, Mengapa kok pilih perguruan itu nak?. Dia jawab : enak Yah klo melok iku, nek tawuran menangan , soale anggotanya banyak... Ternyata pikiran anak2 itu masih menghubungkan antara belajar bela diri dengan tawuran buka utk jaga diri.... #soinspiring
@Cak Mul Astaghfirullah. Kadang memang ada istri yang bisa memperlakukan suami persis sapi perah. Istrinya kinclong sedang suaminya walaupun pejabat yang membawakan pulang semua kebutuhan keluarga tapi kusut dan lusuh karena istrinya menganggap semua usaha suami nya adalah kewajiban dan istri tidak merasa bertanggungjawab dengan kondisi suami. Kalau pun benar adanya semoga istri Bli @Leong putu bisa lebih bijak lagi dalam pengelolaan keuangan keluarga. Karena bagi saya pribadi yang tidak diijinkan mencari uang sendiri maka suami ada aset yang harus sangat di jaga lahir dan batin nya demi kelangsungan hidup keluarga tentunya
Cak Mul yang Guanteeng. Saya pemegang ATM suami sebenarnya bukan pemaksaan tapi karena suami mempercayakan pengelolaan uang penghasilannya kepada bendahara rumah tangga. Dan yang lebih utama bahwa saya bukan tipe istri yang uang yang masuk ke gue semua jadi milik gue. Suami hanya malas bolak-balik ATM untuk mengambilkan uang belanja bulanan dan tetek bengek kebutuhan rumah dari bayar uang sekolah Anak, listrik bahkan sampai uang service kendaraan. Di rumah kami suamiku adalah raja yang cukup tunjuk jari maka anggota keluarga sudah sendiko dawuh cak. Jangan kuatir dompet suami ku tidak pernah kosong dari trio Sukarno Hatta dan Mbah mesem. hhh...
Tapi aku gak rugi, Cak. Bojoku dadi awet nom, resik, yo wangi....gak seneng ta nduwe bojo koyo ngono?...saking ketok enom'e bojoku, pas mangan ng resto, pelayan restone sampai ngomong :"mbak, sopir mbak mau dipesankan apa?". Leeeeh...bangga gak nduwe bojo koyo ngono? Hhhhh (Tertawa ngece)
Saya usul, agar hasrat bertempur para pesilat tersalurkan, sebaiknya dibuatkan turnamen resmi berhadiah milyaran rupiah. Sebaiknya jangan kelas perorangan, tapi kelas kolosal, yakni 30 vs 30, atau bahkan 100 vs 100.
Ini tulisan sarat makna, baca judulnya saja saya langsung teringat sama ketua persatuan pencak silat, seolah-olah pak Dahlan mau menyampaikan pesan, urusan konflik internal perguruan silat yang banyak memakan korban begini saja masa gak bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, apalagi urusan yg jauh lebih dari itu. Hehehe. Pesan yg kedua, rupanya pak Dahlan mau masuk ke issu sensitif seperti konflik Rembang, tapi dari beberapa episode kemarin saya tunggu-tunggu tak kunjung muncul keberanian pak Dahlan untuk menguliti situasi investasi ECO city itu, rupanya pergulatan bathin di tubuh pak Dahlan sudah mulai terlihat, dia berani mengulas konflik ditubuh perguruan silat. ????????
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id