Catatan Dahlan Iskan . 23/09/2023, 06:03 WIB
Pencak, adalah gerak lahir, pukulan, tendangan, tangkisan. Silat, adalah gerak batin, pernafasan, meditasi, kembang, seni gerak. Barangkali. Yudo, bisa untuk melatih gerak tangan tatkala jatuh. Pukulan, tendangan, tangkisan, bisa untuk latihan senam se-hari2, agar berkeringat, sehat, segar, awet tua.
Terimakasih Koh @Liang insyaalloh saya browsing uraian anda. Saya sering merasakan kehilangan empati dari orang sekitar yang beranggapan kami banyak uang, seperti ketika almarhum suami mengalami kebutaan retinopatik, sampai ada seorang pejabat yang menyuruh berobat ke RS yang besar dan jangan takut biaya pasti kami mampu bayar, sedangkan kami hanya staf PNS biasa yang hanya mengharapkan belas kasih dari pejabat yang menjadi atasan kami. Namun Alhamdulillah banyak hikmah yang kami dapatkan dalam perjalanan hidup untuk tetap menjaga empati dan simpati untuk orang orang di sekitar kami. Walaupun beban psikologis kami berat tapi tidak membuat kami menutup mata dengan penderitaan orang lain .Alhamdulillah.
CHDI : "Konflik politik 0, konflik perguruan silat 515 kali," Dari sudut pandang psikologi, penyebab utamanya kemungkinan besar karena faktor empati yang ekstrem dan tidak terkendali. Psikolog Judith Hall (Northeastern University) menyimpulkan bahwa empati pada dasarnya bukanlah istilah yang memiliki makna yang pasti. Oleh karena itu, empati memungkinkan untuk dimanipulasi dengan tujuan untuk meningkatkan antipati terhadap orang-orang yang dianggapnya berlawanan. Kecenderungan yang lebih buruk lagi, tendensi orang-orang untuk berempati bahkan bisa dimanfaatkan untuk memanipulasi mereka agar bertindak agresif dan bisa menjadi kejam. Bagi yang berminat untuk mengetahui lebih detail, anda bisa menelusurinya di portal-portal psychology dengan keyword : - empathy - cognitive empathy - affective empathy - compassionate empathy - normal empathy levels - empathy disorder - hyper-empathy syndrome - empathy deficit disorder
30 orang dari dua perguruaan silat asal Indonesia berkelahi dekat stasiun Taiwan,.....duh rasa Kebanggaan berbangsa kita bener2 terusik, Sungguh nggak seimbang kita impornya barang cakep yg dibangggakan oleh negara pengekspornya (contoh lagi lagi, Kereta Cepat)...laaaah ini yang kita ekspor TKI yang gelut berantem di negeri orang...jiaaan wagu tur njelehi
Sambil nunggu waktu berangkat Jumatan saya baca komentar yang sudah masuk. Dan saya tersenyum membaca "Matematika Perkelahian" Pak Agus. Bukannya apa, tetapi Pak Agus kurang cermat membaca CHD hari ini. Angka 515 konflik itu dari tahun 2020 sampai 2023 -- ada dalam kurung. Tidak disebutkan CHD tahun 2020 itu bulan apa. Kita anggap saja bulan September. Jadi selama 3 tahun. Kalau setahun ada 365 hari -- Pak Agus menulisnya 360 hari -- maka totalnya 1.095 hari. Kalau selama 1.095 hari terjadi 515 kali konflik silat, berarti tiap hari ada 0,47 konflik saja. Tetapi 515 konflik silat yang memakan 6 korban tewas. 26 korban luka berat dan 526 luka ringan dalam waktu 3 tahun memang bukan masalah sepele. Upaya Gubernur, Pangdam dan Kapolda untuk meniadakan konflik silat sudah tepat. Konflik dengan sentimen primordial memang mudah menjalar. Semoga tak akan ada lagi konflik serupa. Pun konflik politik dengan sentimen primordial. Berbeda pilihan adalah sesuatu yang niscaya. Tak perlu ditanggapi dengan "to be or not to be." Malah jadi sutris nantinya. Untuk pembaca yang muslim, mari kita ke masjid!
Tulisan CHD Siaga Silat membuat nostalgia ketika menimba ilmu di SMEA-Negeri 1 Pontianak. Kampungnya bro Liam Kepeng Then. Saat itu sekolah Negeri tentu bukan pilihan utama kalau tidak terpaksa. Untuk membangun rasa percaya diri. Ikut latihan kung fu di Kebun Sayur, Gajah Mada. Suhunya A Mong Cek dari aliran Pek Lian Kaw alias Aliran Teratai Putih. Tiga bulan pertama hanya latihan kuda-kuda,bikin susah BAB. Then, baru dikasih jurus dan kembangnya. Itupun dicicil dan di supervisi oleh para suhengnya. Suhu Among yang fisiknya kurus padat hanya memantau saja .Berkat latihan sekali seminggu timbul juga percaya diri. Adalah Marsaid teman sekelas anak Madura yang badannya atletis berkat latihan Judo. Suka iseng dan ganggu towel-towel badan di kelas. Untuk selesaikan masalah anak muda. Akhirnya janji bertarung di Lapangan Bola Khatulistiwa samping Gereja.Dengan disaksikan teman sekelas keduanya salaman sebelum tarung bebas. Masing-masing mendapat satu bogem mentah.Pertarungan langsung selesai karena keburu dilelai. Kedua petarungpun salaman lagi dan urusan di kelas jadi selesai. Tamat SMEA Marsaid meneruskan kuliah di AMI yang seragamnya mirip Akabri. Semoga bro Marsaid sukses dengan karirnya atau mengembangkan bisnis Daging Sapi ortunya.
Pendekar jatim ini ter inspirasi Bruce Lee yg mendatangi perguruan karate dan memyatakan Bruce Lee adalah murid terjelek dari Perguruan Wing Chun. Yg langsung menghajar semua karateka di Dojo nya langsung. Itu film dalam hidup nyata memang Bruce Lee suka memdatangi dojo karate dan adu kehebatan kelahi. Konon semua karate ka gak ada yg mampu menandingi Bruce Lee.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id