Catatan Dahlan Iskan . 09/09/2023, 06:00 WIB

Nama Logo

Penulis : Admin
Editor : Admin

Fa Za

Jika India berubah nama menjadi Bharat, saya usul diindonesiakan menjadi Bharata, untuk membedakannya dengan kata barat.

Tunk BM

"Ke Bharat Mencari Kitab Suci". Jadi ini arti Bharat dalam kisah Sun Go Kong? Tapi tetap saja diterjemahkan west/barat bukan Bharat/India. Apalagi sang Biksu Tong selalu mengenakan pakaian polos putih. Hm... Nusantara sudah menjadi wilayah yang sangat kecil, hanya 256 ribu hektar saja. Yaitu IKN, Ibu Kota Nusantara. Sudah tidak seluas sejarah kita yang menganggap seluruh wilayah Indonesia plus plus.

Xiaomi A1

Surabaya jg punya kelurahan yg secara nama sangat dekat dgn Bharat, yaitu Barata Jaya..orang lebih mengenal nama singkatnya: Bratang.. Klo ke Bratang jgn lupa mampir kulineran di rumah makan yg termasuk legendaris di Surabaya: Tokyo (Chinese food) dan juga ke rumah makan Kipas (spesial menu2 khas era hindia belanda).. Bu Risma juga asli Bratang, Rumah masa kecilnya kini menjadi Cafe Historisma. Yg menarik, saat saya membaca artikel di detik traveler, seorang pengunjung cafe bercerita bahwa dia mengunjungi Historisma karena membaca tulisan Abah DIs..

Mirza Mirwan

Padahal dalam iklan di media, juga baliho di papan iklan, G20 Summit 2023 New Delhi selalu menampilkan empat wajah -- dari kiri ke kanan -- Shri Narendra Modi, Joe Biden, Vladimir Putin, dan Xi Jinping. Tetapi ternyata ada dua orang dalam gambar itu yang tak akan datang ke New Delhi. Yang pertama, Anda sudah bisa menebak, Vladimir Putin. Seperti dalam G20 Summit 2022 di Bali Putin mengutus Menlu Sergey Viktorovich Lavrov sebagai representasi Rusia. Yang satunya lagi, waini, Xi Jinping. Xi mendelegasikannya kepada PM Li Qiang. Berbagai rumor ketidakhadiran Xi Jinping di New Delhi pun berseliweran. Ada yang menduga ketidakhadiran karena menganggap G20 tifak lebih penting daripada BRICS yang dua minggu berselang baru mengadakan summit di Johannesburg -- waktu itu Vladimir Putin hadir secara virtual. Ada juga yang menduga Xi Jinping ogah datang demi menghindari bertemu muka dengan Justin Trudeau, yang di Bali tahun lalu membuat Xi uring-uringan. Tetapi juga yang menduga ketidakhadiran Xi karena hubungan Tiongkok-India sedang-tidak-baik-baik-saja karena adanya sengketa perbatasan. Untuk dugaan yang terakhir itu, menurut saya, sepertinya tidak benar. Sengketa perbatasan Tiongkok-India itu sudah terjadi sejak lama -- Ladakh dengan Tibet, dan wilayah India yang berbatasan dengan Xinjiang. Toh tak menghalangi Tiongkok dan India (bersama Brazil dan Rusia) membentuk BRIC. Tiongkok juga punya sengketa perbatasan dengan Rusia. Toh Xi dan Putin terlihat mesra.

Er Gham

Sewaktu kecil, saya sudah mengenal bintang film India, Amitabachan. Sejak nonton di layar tancap kampung atau bioskop jaman dulu. Film India itu unik, apapun tema filmnya selalu ada nyanyian dan tarian. Filmnya lama, rata rata hampir 3 jam. Jadi seringkali saya tertidur di tengah film. Kemudian muncul bintang baru, Sah Rukh Khan dan Amir Khan. Film India itu sebaiknya pilih yang drama atau sedikit action. Jangan nonton yang harus banyak menggunakan special efek. Hancur dan lucu special efeknya. Teknologi film bollywood belum secanggih film hollywood. Sama dengan industri film di Indonesia. Pilih yang drama saja, kalau pakai special efek untuk actionnya, aduh. Jadi kasihan liat filmnya. 

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id