Sigit Winarto Jadi Direktur PT JIEP, Aset Dilelang, Utang Dikonversi Saham, Vendor Istaka Karya Amsyong

fin.co.id - 10/08/2023, 17:55 WIB

Sigit Winarto Jadi Direktur PT JIEP, Aset Dilelang, Utang Dikonversi Saham, Vendor Istaka Karya Amsyong

Logo PT Istaka Karya persero

"Kami akan tuntaskan masalah yang sebenarnya sudah ada sebelum kami menjabat di Kementerian BUMN ini," kata Erick Thohir melalui keterangan tertulis, pada 31 Juli 2023 lalu.

Ada sejumlah skema untuk menuntaskan masalah yang dialami para kreditur.

"Agar persoalan yang ditinggalkan Istaka Karya dan menimpa para UMKM serta vendor-vendor pembangunan infrastruktur diselesaikan melalui proses pengadilan negeri jakarta pusat, kurator dan kreditur akan mengumumkan," tegas Erick.

Ada salah satu proyek Jalan Tol Ir Sedyatmo tahun 2007-2008 yang belum belum dibayar Istaka Karya sejak 2011.

BACA JUGA:

Istaka Karya juga pernah dikenakan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan dinyatakan homologasi. Sehingga utang-utang Istaka Karya dikonversi menjadi saham pada tahun 2013.

"Salah satu skemanya, aset jaminan utang PPA akan dilelang. Selanjutnya dana hasil lelang sebagian akan digunakan untuk pembayaran kreditur-kreditur UMKM yang terdaftar dalam list,"  terangnya.

Istaka Karya Bubar, Eks Dirut Jadi Direktur PT JIEP

Seperti diberitakan, PT Istaka Karya (Persero) resmi dibubarkan karena pailit pada Maret 2023. Gagal memimpin perusahaan, mantan Dirutnya Sigit Winarto malah diangkat jadi Direktur di PT JIEP. 

Pembubaran PT Istaka Karya ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2023. Sebelumnya pada 12 Juli 2022, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah memutuskan PT Istaka Karya pailit. 

Adalah Sigit Winarto, yang dicap gagal memimpin Istaka Karya saat menjabat sebagai direktur utama. 

Sigit Winarto diketahui menjabat sebagai Dirut PT Istaka Karya (Persero) sejak 2017 hingga 2022 alias 5 tahun. 

Di masa kepemimpinan Sigit Winarto tersebut Istaka Karya pailit alias bangkrut. Tak hanya itu. Istaka Karya dibawah kendali Sigit Winarto juga menyisakan sejumlah persoalan besar. 

Di antaranya utang vendor, sub kontraktor dan gaji karyawan Istaka Karya yang belum terbayar. Jumlahnya mencapai Rp 1,08 triliun.

Admin
Admin
Penulis

Penulis FIN.CO.ID