News

Gadis 17 Tahun di Tangerang Diperkosa Bapak Tiri Saat Tidur, Pelaku: Sudah Dua Kali

fin.co.id - 03/08/2023, 17:16 WIB

SN (29), Tersangka Kasus Pemerkosaan Anak Tiri Saat Diperiksa Polsek Rajeg, Kabupaten Tangerang

Gadis 17 Tahun Diperkosa Ayah Tiri --  Remaja perempuan di Desa Mekar Sari, Bidhumn Rajeg, Kabupaten Tangerang, menjadi korban pemerkosaan oleh ayah tirinya.

Korban yang masih berusia 17 tahun ini sudah dua kali menjadi pelampiasan nafsu bejad SN (29) yang merupakan ayah tirinya.

"Korban merupakan anak tiri tersangka dan masih berstatus pelajar atau anak di bawah umur," kata Kapolsek Rajeg AKP Kasimun, Kamis 3 Agustus 2023.

Lanjut Kasimun, peristiwa berawal saat korban tengah tertidur di kamarnya.

Kemudian tersangka masuk ke kamar korban dan langsung melakukan aksi amoralnya. Korban yang tersadar kemudian terbangun karena merasakan sakit di bagian vitalnya.

"Pada saat itu, korban sedang mengalami kekerasan seksual dari tersangka. Korban berusaha melakukan perlawanan dengan menendang tersangka," ucapnya.

Mendapatkan perlawanan, tersangka langsung keluar dari kamar korban. Namun karena takut, korban enggan menceritakan peristiwa itu ke ibundanya.

Ternyata aksi tersangka sudah dilakukan beberapa kali dari kurun waktu Mei 2021 hingga Juli 2023.

Korban yang sudah tidak tahan dengan aksi amoral ayah tirinya kemudian menceritakan peristiwa itu kepada saudaranya.

Kemudian, saudara korban bersama korban mendatangi tersangka SN pada Jumat, (28/07/2023). Setelah ditanya, tersangka SN mengakui perbuatannya.

"Pada saat itu, tersangka SN mengaku sudah melakukan kekerasan seksual atau pemerkosaan terhadap korban sebanyak 2 kali," tutur Kasimun.

Ketua lingkungan setempat yang hadir pada saat itu kemudian menghubungi pihak Polsek Rajeg. Tidak berselang lama, personel Polsek Rajeg tiba di lokasi.

Petugas pun kemudian segera mengamankan tersangka SN lalu membawanya ke Polsek Rajeg untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka SN dijerat dengan Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda 15 miliar.

Kasimun menyampaikan, selain melakukan upaya penegakan hukum, kepolisian juga melakukan upaya pendampingan psikologis terhadap korban dan keluarga korban.

Admin
Penulis
-->