Ekonomi ASEAN juga menikmati manfaat dari urbanisasi yang cepat, membawa fasilitas dan teknologi yang diperlukan lebih dekat kepada masyarakat.
BACA JUGA:
- Survei LSI Denny JA: Airlangga Hartarto Cawapres Terkuat untuk Isu Ekonomi di Pemilu 2024
- Tren Ekonomi 2023: Ini Pandangan Komisaris Utama BNI
Pada tahun 2030, para ahli memproyeksikan bahwa 50 persen wilayah Asia akan menjadi wilayah urban dan berkembang dengan teknologi modern.
Perdagangan semakin berkembang, dan Asia Tenggara berintegrasi lebih dalam ke dalam ekonomi dunia.
Volume perdagangan di kawasan ini telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan kami memprediksi tren ini akan terus berlanjut. Ekonomi kawasan ini akan tumbuh sebagai hasil dari peningkatan perdagangan.
Ekonomi ASEAN juga diuntungkan oleh investasi asing langsung (FDI), yang membawa mata uang dan bisnis internasional yang sangat dibutuhkan.
Semakin banyak negara ASEAN yang membuka diri terhadap negara lain dan menerapkan kebijakan yang mendukung akuisisi talenta lokal dan internasional.
Blok Perdagangan Internasional Baru
Negara-negara Asia Tenggara dapat mengambil manfaat dari bergabung dengan blok-blok perdagangan baru dan mendapatkan mitra internasional baru.
BACA JUGA:
- Beri Makna Indonesia, Program Desa BRIlian BRI Angkat Potensi Ekonomi ‘Kampung Durian’
- Bernilai Ekonomis, Sebanyak 8.517 Ton FABA PLTU Holtekamp Berhasil Dimanfaatkan Masyarakat Papua
BRICS, misalnya, membuat gelombang sebagai saingan potensial untuk pasar internasional yang didominasi AS. Ini adalah tren penting yang harus diperhatikan di masa depan ekonomi Asia Tenggara.
Pertumbuhan yang kuat dari negara-negara berkembang di Asia diperkirakan akan terjadi pada tahun 2023, dengan proyeksi sebesar 5,2 persen.
Hal ini menjadikan Asia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, meskipun ada periode pertumbuhan ekonomi yang lambat.