Boleh jadi Prabowo yang menjadi Capres, sementara Airlangga Hartarto atau Erick Thohir yang menjadi pilihan Cawapres untuk menyatukan anggota koalisi tersebut. Yang pasti, kebuntuan dan kompetisi politik akan dipertemukan secara kompromistis karena semua partai anggota Koalisi tidak akan mau melewatkan kompetisi Pilpres yang berlangsung selama 5 tahunan tersebut.
“Koalisi baru akan terbentuk dari KIB yang terpecah dan KKIR yang tetap ‘ngotot’ mengusung Prabowo sebagai Calon Presiden,” pungkas Azhari. (*)