Pengertian Rasul Ulul Azmi - Rasul Ulul Azmi adalah istilah yang digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada lima rasul yang memiliki derajat yang tinggi dalam menyampaikan wahyu Allah dan memimpin umat-Nya.
Istilah Ulul Azmi secara harfiah berarti orang-orang yang memiliki keazaman dan keteguhan hati yang besar. Kelima rasul tersebut adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad.
Rasul-rasul yang termasuk dalam kelompok Ulul ‘Azmi ini adalah orang yang memiliki ketabahan / kesabaran yang luar biasa dan mempunyai ketetapan (keteguhan) hati sekalipun dengan susah payah dan sangat berat dalam menegakkan syari’at Allah Swt., sehingga kesabaran mereka dipuji oleh Allah Swt.
BACA JUGA:
- 7 Amalan Utama Idulfitri Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
- Berikut Doa Makan Sahur Sesuai Sunnah Rasulullah
Berikut ini adalah ayat dalam Alquran yang membahas ulul azmi:
1. QS. Al- Ahqaf 46:
Artinya: “Maka Bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.
Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”
2. QS As Syura Ayat 13:
Artinya: Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
BACA JUGA:
- Sebut Miras Minuman Rasulullah, Budi Dalton Seniman Sunda Minta Maaf dan Ngaku Salah
- Mustafa NR Pelaku Penembakan Kantor MUI Ingin Diakui sebagai Rasul untuk Satukan Umat
3. QS. Al Ahqaf Ayat 35:َ
Artinya: Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang telah diancam kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.