Pengertian Rasul Ulul Azmi dan Keutamaan-Keutamannya

fin.co.id - 05/06/2023, 10:59 WIB

Pengertian Rasul Ulul Azmi dan Keutamaan-Keutamannya

Foto bulan dan Masjid Alfatah Kota Ambon

Pengertian Rasul Ulul Azmi - Rasul Ulul Azmi adalah istilah yang digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada lima rasul yang memiliki derajat yang tinggi dalam menyampaikan wahyu Allah dan memimpin umat-Nya. 

Istilah Ulul Azmi secara harfiah berarti orang-orang yang memiliki keazaman dan keteguhan hati yang besar. Kelima rasul tersebut adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad.

Rasul-rasul yang termasuk dalam kelompok Ulul ‘Azmi ini adalah orang yang memiliki ketabahan / kesabaran yang luar biasa dan mempunyai ketetapan (keteguhan) hati sekalipun dengan susah payah dan sangat berat dalam menegakkan syari’at Allah Swt., sehingga kesabaran mereka dipuji oleh Allah Swt. 

BACA JUGA:

Berikut ini adalah ayat dalam Alquran yang membahas ulul azmi: 

1. QS. Al- Ahqaf 46:

Artinya: “Maka Bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.

Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.” 

2. QS As Syura Ayat 13:

Artinya: Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). 

BACA JUGA:

3. QS. Al Ahqaf Ayat 35:َ

Artinya: Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang telah diancam kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. 

Admin
Admin
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca