Solo Touring Jakarta-Bromo Pakai Honda GL-Pro 1996 Neo Tech Engine, Tenaga Badak dan Super Irit

fin.co.id - 03/06/2023, 16:33 WIB

Solo Touring Jakarta-Bromo Pakai Honda GL-Pro 1996 Neo Tech Engine, Tenaga Badak dan Super Irit

Honda GL Pro Neo Tech Engine tahun 1996 160 cc saat berada di padang pasir Gunung Bromo.

Catatan: Pada kenyataanya schedule yang dibuat banyak yang meleset dan tidak sesuai target. 

Persiapan dan Cek Kondisi Honda GL Pro  

Sebelum berangkat, saya mengganti beberapa part motor yang saya anggap vital dan tidak ingin menjadi masalah di perjalanan. 

Semua ditangani mekanik andal Mas Wanto. Pengecekan rem, kondisi lampu hingga pengecekan di bagian kaki-kaki. 

Mas Wanto menyarankan penggantian di beberapa part. Mulai dari sproket atau rantai set dan gear hingga ban belakang yang mulai gundul. Termasuk mengganti aki baru karena memang aki lama sudah soak. 

Singkatnya motor siap dan dalam kondisi prima. 

Hari Pertama Perjalanan Rabu 3 Mei 2023

Selesai saya bekerja pukul 23.00 WIB, saya pun menuju rumah Kamplenk yang berlokasi di Cireundeu, Tangerang Selatan. Titik start keberangkatan. Beberapa persiapan kami lakukan, mulai dari menata barang bawaan seperti baju, laptop untuk saya bekerja di perjalanan, jas hujan, fly sheet hingga kunci-kunci. 

Kami pun menggunakan side bag atau tas samping. Jadi, tidak ada tas yang kami gembol. Hanya tas selempang kecil untuk meletakkan handphone dan dompet. 

Persiapan selesai sekitar pukul 23.30 WIB, kami pun berangkat. Ada-ada saja, baru keluar gang, lampu motor yang awalnya normal, justru tiba-tiba mati di bagian belakang. Termasuk lampu rem yang tidak menyala. 

Bensin pun dalam kondisi res. Kami pun memutuskan untuk mengisi bensin di Ranco Indah, tepatnya sebelum pertigaan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saya isi fuel Rp100.000,; pertalite. 

BACA JUGA:Mengenal Apa Itu BBM Pertamina Dex Serta Keunggulan untuk Mesin Mobil

Kami pun mengecek kondisi lampu yang tiba-tiba mati. Jok motor kami bongkar. Setelah dicek, ternyata soket lampu bagian belakang lepas. Mungkin copot ketika kami memasang side bag. 

Masalah pun selesai. Kami melanjutkan perjalanan. Sangat lengang. Kondisi jalan Ibu Kota terbilang sepi. Wajar saja, kondisi masih dini hari. Kami pun mulai mengarah ke Cililitan untuk menuju Kalimalang, Bekasi. 

Motor kami pacu stabil di kecepatan 60 km per jam sampai 80 km per jam. Cuaca malam itu terang bulan, kami pun santai tidak khawatir turun hujan. 

Admin
Admin
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID