
One Piece: Ilustrasi Kepala Staf Pasukan Revolusioner Sabo (kiri) dan Raja Alabasta Nefertari Cobra (kanan).-Istimewa-
Kemudian juga Nefertari Cobra menanyakan soal arti dari nama 'D.' yang sempat dijelaskan sedikit oleh Im.
BACA JUGA:
- Link WA GB APK v9.65 Anti Banned, Versi Terbaru GB WhatsApp Paling Diburu!
- Link Download WA GB Pro v18.75 Clone, Langsung Install Tak Perlu Copot WA Lama, Gampang Banget!
Akan tetapi Raja Cobra malah dapat tekanan dari Im dan Gorosei usai mengetahui bahwa nama lengkap Ratu Alabasta terdahulu Nefertari Lily menyandang unsur 'D.'.
Im dan Gorosei tampak murka akan apa yang dijabarkan oleh Nefertari Cobra dan tak segan untuk bertindak gegabah.
Tahu situasinya terjepit, Raja Cobra tampak siap jika memang dirinya harus tewas di tempat tersebut dari hasil perbincangan tersebut.
Bahkan perut Raja Cobra kena tusuk busur panah bayangan hitam yang muncul tiba-tiba dan tak diketahui siapa pelaku penusukan tersebut.
BACA JUGA:
- Link Download GB WhatsApp Pro APK v19.20, WA GB Anti Banned Tanpa Kadaluarsa!
- Kapolri Respons Bocornya Putusan MK Sistem Pemilu Proporsional Tertutup: Siap Lakukan Penyelidikan
Sampai-sampai Im dan Gorosei mengeluarkan kekuatan asli mereka yang belum dijelaskan apa nama serangan tersebut.
Melihat hal ini, ternyata Kepala Staf Pasukan Revolusioner Sabo muncul dan coba menyelamatkan Raja Cobra.
Sabo dengan sigap menyerang Im dan Gorosei lewat kekuatan buah iblis Mera Mera no Mi yang dimilikinya.
Selain Sabo, ternyata Raja Kerajaan Black Drum Wapol juga menyaksikan Nefertari Cobra tewas kena serangan antara Im dan Gorosei.
BACA JUGA: