Internasional

Bamsoet Kecam Serangan Terhadap Konvoi Pejabat ASEAN saat Membawa Bantuan Kemanusiaan

fin.co.id - 09/05/2023, 18:29 WIB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Kecam Serangan Terhadap Konvoi Pejabat ASEAN saat Membawa Bantuan Kemanusiaan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengecam serangan terhadap konvoi pejabat ASEAN yang membawa bantuan kemanusiaan di Negara Bagian Shan, Myanmar.

"MPR RI menyayangkan aksi baku tembak atau serangan terhadap para diplomat dari ASEAN tersebut," kata Bambang Soesatyo, Selasa 9 Mei 2023.

Menurut Bamsoet, rombongan diplomatik dari Indonesia, yang ikut dalam konvoi tersebut, seharusnya mendapatkan pengawalan dengan baik.

MPR juga meminta agar kekerasan di Myanmar segera diakhiri karena akan memberikan penderitaan bagi masyarakat dan menimbulkan lebih banyak korban.

BACA JUGA: Tak Terima Divonis Seumur Hidup, Irjen Pol Teddy Minahasa Langsung Ajukan Banding

Lebih lanjut, Bamsoet meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus melakukan komunikasi efektif dan berkoordinasi dengan Pemerintah Myanmar untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku.

Selain mendukung upaya pemberian bantuan kemanusiaan tersebut, dia juga berharap pihak yang bertikai di Myanmar dapat menciptakan ruang dialog demi perdamaian.

"Dan duduk bersama agar dapat ditemukan solusi terbaik untuk mewujudkan perdamaian dan memberhentikan aksi kekerasan," tambahnya.

Bambang pun menegaskan dukungan langkah dan tekad Pemerintah Indonesia dalam menyerukan penghentian kekerasan.

BACA JUGA: Warga DKI: Ketimbang Ubah Jam Kerja Mending Benahi Transportasi Publik

"Khususnya dalam mengimplementasikan lima poin kesepakatan atau Five-Point Consensus yang salah satunya berkaitan dengan bantuan kemanusiaan," katanya.

Sebelumnya, Senin (8/5), Presiden Joko Widodo mengecam serangan terhadap para pejabat ASEAN dan menyerukan pengakhiran kekerasan di negara yang dilanda perselisihan itu.

Jokowi tidak menjelaskan detail mengenai insiden tersebut, tetapi dia mengatakan bahwa para pejabat diserang ketika memberikan bantuan kemanusiaan. 

Dia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan menyurutkan tekad Indonesia dan ASEAN dalam menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar.

Admin
Penulis
-->