2. Kuatkan Komitmen
Investasi saham tak melulu soal kemahiran, tapi juga soal pentingnya menjaga semangat agar tetap konsisten.
Seperti halnya menanam benih, kamu perlu rajin menyiram secara rutin agar benihnya dapat tumbuh menjadi tunas, lalu menjadi tanaman yang berbuah. Proses pertumbuhan juga tidak akan terjadi dalam waktu semalam saja, semua ada prosesnya.
BACA JUGA:
- Harga Emas Pegadaian Hari ini 5 Mei 2023: Antam dan UBS Naik Sebagian
- Jelang Akhir Pekan! Harga Emas Antam Hari ini 5 Mei 2023 Turun Rp3.000 Per Gram Jadi Segini
Kamu harus sabar dan konsisten dalam mempelajari saham-saham yang dapat kamu pilih, kemudian membeli dan memantau pergerakannya.
Tentukan dulu jangka waktu investasimu. Jika kamu pemula, sebaiknya berinvestasi jangka panjang pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang kinerjanya sudah cukup stabil.
Biasanya cuan dihasilkan dari investasi yang kamu tabur setelah beberapa tahun, dari hasil dividen yang dibagikan untuk pemegang saham serta capital gain yang kamu peroleh saat menjual saham milikmu.
3. Jangan Beli Kucing dalam Karung
Kenali bisnis yang akan kamu jalani. Ibarat istilah, jangan beli kucing dalam karung. Sebab investasi bukan tebak-tebak buah manggis.
BACA JUGA:
- Apa Itu Obligasi? Istilah di Pasar Modal yang Harus Kamu Ketahui
- Cek Disini! Rekomendasi Saham Big Caps, Kapitalisasi Pasar Hingga lebih Dari Rp 1.000 Triliun
Kamu harus melakukan riset, apakah potensi bisnis yang ingin kamu pilih bagus di masa depan. Kinerja suatu perusahaan di masa depan biasanya tercermin dari pergerakan sahamnya. Semakin percaya diri investor akan suatu saham, harga sahamnya biasanya cenderung naik.
Jangan pula membeli saham karena ikut-ikutan. Kamu harus pelajari sepak terjang perusahaan dan kinerja keuangannya selama beberapa tahun terakhir.
Jika pengelolaan perusahaannya bagus, likuiditas sahamnya juga terjaga, tidak perlu ragu untuk menginvestasikan jerih payahmu dalam saham tersebut.