
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaky.-pbsi.id-
Selain ketiga nomor tersebut, PBSI juga menyoroti kinerja atlet tunggal putri dan ganda putri yang masih butuh perhatian tambahan.
BACA JUGA:
- Spesifikasi dan Harga Terbaru OPPO A96 8GB+256GB Mei 2023 Turun Rp300.000! Jadi Lebih Ekonomis
- Pre Order Sudah Dibuka! OPPO Perluas Pemesanan Find N2 Flip Melalui Shopee, Ini Harga dan Spesifikasinya
Dari ganda putri ada pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang jadi andalan namun kandas di tengah turnamen.
Untuk sektor ganda putri, Rionny melihat para pemainnya masih mengalami kondisi mental yang naik-turun.
Temuan tersebut harus dievaluasi oleh pelatih, apalagi fase 'Race to Olympic' sudah di depan mata sehingga persiapan harus digenjot.
Menurut Rionny, kemampuan atlet untuk beradaptasi di lapangan menjadi penting. Meski faktor tekniknya sudah mumpuni, namun jika aspek mental tidak kuat maka akan sulit untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan.
BACA JUGA:
- iPhone 12 64 GB dan 128 GB Turun Harga Hingga Rp1.500.000 Awal Mei 2023! Dompet Kian Hemat
- Harga iPhone 11 64 GB dan 128 GB Ternyata Turun Hingga Rp3.000.000 Lebih Per Mei 2023, Konsumen Untung!
Hal itu lah yang menurutnya masih kerap menjadi ganjalan bagi pemainnya saat pertandingan krusial.
"Kalau bicara lapangan itu memang penting sekali. Itu bukan alasan, harus kami pelajari. Di sini juga mengalami," beber Rionny.
"Kalau anak-anak ini harus lebih siap dari segala situasi. Lapangan, bola, itu bukan alasan," lanjutnya dilansir Antara.
Terakhir, Rionny menyoroti Gregoria Mariska Tunjung yang gugur di perempat final saat menghadapi Chen Yu Fei dari China.

Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja di Badminton Asia Championship (BAC) 2023, Sabtu, 29 April 2023.-pbsi.id-