Saham perusahaan yang merupakan hasil gabungan antara perusahaan tambang lain pada zaman Presiden Soeharto ini tercatat dijual pada harga Rp1.900 per lembar.
7. Saham GGRM (PT Gudang Garam TBK)
Selanjutnya daftar saham blue chip 2023 selanjutnya yaitu Gudang Garam TBK (GGRM). Sekalipun masih identik dengan perusahaan rokok, tetapi perusahaan ini dalam beberapa tahun terakhir mulai melirik bidang usaha lain sehingga membuat kinerjanya bisa lebih baik lagi.
Fundamentalnya juga bagus sehingga layak untuk dimiliki.
8. Saham BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk)
Masih pada perusahaan plat merah, ada juga saham perbankan dengan kode BBNI.
BACA JUGA:
- Investor Wajib Tahu! Pengertian Capital Gain, Perbedaan Dengan Dividen dan Bagaimana Cara Menghitungnya
- Teliti Sebelum membeli! Ini 5 Perbedaan Emas Antam dan UBS yang Perlu Investor Tahu
Sekalipun turun, namun kondisi saham ini membaik usai pandemi Covid-19 menurun. Hal ini karena masyarakat diperkirakan akan kembali percaya diri untuk mengajukan pinjaman ke bank.
Salah satu bank yang akan diperkirakan akan berkembang dalam beberapa tahun kedepan adalah Bank BNI (BBNI).
Bank BNI merupakan bank yang sudah berdiri sejak awal kemerdekaan Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu, BBNI kini tidak hanya melayani simpan pinjam saja, tetapi juga memiliki unit bisnis investasi baik yang konvensional maupun syariah.
9. Saham BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia TBK)
Ada juga Bank Rakyat Indonesia TBK (BBRI) yang sempat menjadi Bank BUMN dengan nilai aset terbesar di Indonesia.
BACA JUGA:
- Jangan Sampai Salah Beli atau Tertipu, Begini Cara Cek Keaslian Emas Antam yang Benar
- Dear Pemegang Saham AUTO, Siap-siap Astra Otoparts Bakal Bagi Dividen Rp110 Per Lembar, Catat Jadwalnya!