Lebih lanjut, kata Sindu, PLN juga menyiagakan 320 personel untuk bergerak cepat memitigasi risiko dalam melakukan pengamanan dan menjawab kebutuhan pelanggan.
“Kami juga menyiapkan peralatan pendukung seperti 47 set uninterruptible power supply (UPS), 21 set unit gardu bergerak (UGB), 6 set unit kabel bergerak (UKB) dan 34 unit genset,” pungkas Sindu.
Selain itu, PLN juga membentuk command center sebagai pusat kontrol dan monitoring siaga kelistrikan selama perhelatan KTT. Command center tersebut dilengkapi dengan peralatan-peralatan pemantauan dengan teknologi terkini hasil kerja sama dengan PT PLN Icon Plus.