Serba Serbi Ramadhan

Niat Zakat Fitrah, Pengertian dan Hukumnya

Zakat fitrah atau zakat al-fitr adalah zakat yang hukumnya wajib bagi laki-laki dan perempuan muslim saat bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Niat Zakat Fitrah, Pengertian dan Hukumnya
Ilustrasi - Zakat

BACA JUGA:Sindir Soal Nicho Silalahi Sarankan Bayar Zakat ke Kaum Duafa Ketimbang Baznas, Chusnul: Sengaja Bikin Gaduh

Adapun penerima zakat fitrah adalah fakir miskin yang membutuhkan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Di Indonesia, zakat fitrah biasanya diberikan kepada mustahik di sekitar tempat tinggal, seperti tetangga yang kurang mampu, pengemis, atau kaum dhuafa.

Dalam Islam, zakat fitrah memiliki peran penting dalam menjaga kebersamaan dan solidaritas umat muslim.

Dengan membayar zakat fitrah, umat muslim dapat merasakan kepedulian terhadap sesama dan membantu mereka yang membutuhkan.

Pembayaran zakat fitrah juga memiliki makna sebagai tanda syukur dan bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Dengan membayar zakat fitrah, seseorang diharapkan dapat membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan selama bulan Ramadan.

Lafaz Niat Zakat Fitrah

1. Zakat untuk Diri Sendiri: 

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ

 ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

2. Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Berita Terkait