Kesehatan

Kemenkes: Penyakit Ginjal Kronik Mulai Bergeser ke Usia Produktif Didominasi Laki-Laki

fin.co.id - 08/03/2023, 21:00 WIB

Kemenkes: Penyakit Ginjal Kronik Mulai Bergeser ke Usia Produktif Didominasi Laki-Laki

Penyakit Ginjal, Image Credit: Wikimedia

Kemenkes: Penyakit Ginjal Kronik Mulai Bergeser ke Usia Produktif Laki-Laki -  Data Kemenkes menyebutkan, tren penyakit ginjal kronik mulai bergeser dari usia lanjut kepada usia produktif.

Kemenkes menyampaikan, jika penyakit ginjal merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia.

"Di Indonesia, dia merupakan penyebab kematian nomor 10,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Eva Susanti, Rabu 8 Maret 2023.

BACA JUGA: Ciri Demam Berdarah pada Anak, Kenali Fasenya untuk Menghindari Kritis DBD

Berdasarkan pantauan Kemenkes, sejak 2013 angka prevalensi penyakit ginjal kronis mencapai dua persen.

Namun, angka tersebut semakin meningkat di tahun 2018 menjadi 3,8 persen atau sebanyak 739.208 jiwa.

Hal tersebut dapat dilihat melalui data Riskesdas 2018 yang menyebutkan jika prevalensi pasien dengan penyakit ginjal kronis untuk usia 15-24 tahun sudah 1,33 persen.

Kemudian di usia 25-34 tahun sudah berada pada angka 2,28 persen.

BACA JUGA: Daftar Menu Makanan untuk Menghindari Obesitas mulai Sarapan hingga Makan Malam

Selanjutnya untuk usia 35-44 tahun berada pada 3,31 persen, usia 45-54 tahun 5,64 persen, usia 55-64 7,21 persen, usia 65-74 tahun 8,23 persen dan usia 75 tahun ke atas mencapai 7,48 persen.

Bila dilihat dari jenis kelaminnya, laki-laki lebih mendominasi dengan 4,17 persen. Sementara prevalensi perempuan yang terkena ginjal kronis 3,52 persen.

Penyakit ginjal kronis pun, sebanyak 3,85 persen ditemukan di perkotaan. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang angkanya 3,84 persen.

Jika dilihat dari prevalensinya, Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan angka prevalensi ginjal kronis dan terendah berada di Sulawesi Barat.

BACA JUGA: Ciri Demam Berdarah pada Anak, Kenali Fasenya untuk Menghindari Kritis DBD

“Artinya, penyakit ginjal ini mulai meningkat justru pada usia produktif sampai lanjut usia. Kalau kita lihat bonus demografi usia produktif di Indonesia semakin banyak, jika penyakit ini kita tidak turunkan saat menghadapi bonus demografi, ini akan menjadi bencana demografi,” katanya.

Admin
Penulis
-->