Internasional

Tanggal 6 Februari Peringati Hari Anti Sunat Wanita, Begini Tema untuk 2023

fin.co.id - 2023-02-06 11:39:38 WIB

Hari Sunat Internasional. (Pixabay/iStock-Farmate)

JAKARTA, FIN.CO.ID-  Setiap tanggal 6 Februari, negara-negara memperingati hari anti sunat bagi wanita. 

Kali ini, pada Senin 6 Februari 2023, menandai peringatan Hari Anti Sunat bagi Wanita yang ke-12. 

Hari Anti Sunat Wanita ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sejalan dengan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.  

Dilansir dari UNICEF, Hari Anti Sunat Wanita untuk tahun 2023 ini diperingati dengan tema: 

"Kemitraan dengan Pria dan Anak Laki-Laki untuk Mengubah Norma Sosial dan Gender untuk Mengakhiri Sunat Alat Kelamin Perempuan."

BACA JUGA: 14 Februari Memperingati Hari Apa? Ternyata Bukan Hanya Valentine!

BACA JUGA:Tanggal 28 Januari, Ini Dua Momen Penting yang Diperingati Dunia

UNICEF menyebut Hari Anti Sunat Wanita ini diperingati dalam rangka memberikan kesempatan bagi Pemerintah, Negara Anggota, organisasi masyarakat sipil, bahwa mutilasi alat kelamin perempuan adalah praktik berbahaya yang tidak dapat diterima dan pelanggaran dasar perempuan dan anak perempuan dan hak asasi Manusia.

UNICEF mengklaim bahwa saat ini, laki-laki dan anak laki-laki lebih berpendidikan dan menerima perubahan daripada sebelumnya. 

Di beberapa negara, mereka lebih cenderung tidak menyetujui mutilasi alat kelamin perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak perempuan.  

BACA JUGA: Tanggal 26 Januari Memperingati Hari Apa? Ini Penjelasannya...

BACA JUGA:Peringati Hari Ibu, BRI Salurkan Bantuan ke Sekolah Anak Jalanan

"Bermitra dengan laki-laki dan anak laki-laki, tanpa mengurangi fokus dari perempuan dan anak perempuan, memastikan keluarga, komunitas, institusi, dan pembuat kebijakan mendukung dan berinvestasi pada anak perempuan untuk mempromosikan penghapusan mutilasi alat kelamin perempuan" kata UNICEF. 

UNICEF menyerukan komunitas global untuk bermitra dengan laki-laki dan anak laki-laki dan mendorong keterlibatan mereka untuk mempercepat penghapusan praktik berbahaya ini dan mengangkat suara perempuan dan anak perempuan. (*) 

Admin
Penulis