Internasional

Pembakaran Al-Qur'an di Swedia, Erdogan: Sejak Awal, Anda Melindungi Kelompok Teroris

fin.co.id - 24/01/2023, 19:55 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan keterangan pers selama KTT G20 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali (16/11/2022). (ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Aditya Pradana Putra/nym/pri.)

JAKARTA, FIN.CO.ID - Buntut pembakaran Al-Qur'an oleh politikus sayap kanan Swedia Rasmus Paludan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya angkat suara. 

Erdogan secara tegas mengatakan, bahwa Swedia sebaiknya tidak mengharapkan restu dari Turki untuk bergabung dengan NATO. 

Yakni, apabila mereka tidak menunjukkan rasa hormat kepada umat Islam.

BACA JUGA: Pembakaran Al-Qur'an, Menlu Swedia: Provokasi Islamofobia Sangat Mengerikan

“Mereka yang membiarkan penistaan seperti itu di depan kedutaan kami seharusnya tidak mengharapkan kebaikan dari kami atas permohonan mereka untuk menjadi anggota NATO," kata Erdogan, Senin 23 Januari 2023. 

Pernyataan tegas Erdogan itu muncul setelah Rasmus Paludan, seorang politikus sayap kanan Denmark, pada Sabtu membakar Al Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, pada Sabtu (21/1) dengan izin dari pemerintah dan perlindungan polisi setempat.

“Jika Anda tidak menghormati kepercayaan agama Republik Turki atau umat Islam, Anda tidak akan menerima dukungan apa pun untuk (keanggotaan) NATO dari kami," ujar Erdogan.

Dia menegaskan tidak ada seorang pun yang berhak dan bebas menghina keyakinan umat Islam atau agama dan kepercayaan lain.

BACA JUGA: Pembakaran Al-Qur'an oleh Rasmus Paludan di Swedia Dikecam MER-C dan JMM

Erdogan juga memperingatkan lagi Swedia terkait PKK (Partai Pekerja Kurdistan) yang dinyatakan oleh Turki sebagai kelompok teror.

Dia mengingatkan bahwa apabila Swedia berharap dukungan Turki untuk bergabung dengan NATO maka Swedia tak seharusnya melindungi kelompok tersebut.

“Kami telah mengatakan sejak awal, Anda melindungi kelompok teroris yang berkeliaran di jalan-jalan dan di mana-mana, dan kemudian Anda berharap kami mendukung Anda bergabung dengan NATO. Tidak ada hal semacam itu. Jangan berharap dukungan dari kami.”

“Jika mereka sangat mencintai anggota organisasi teroris dan musuh-musuh Islam, kami menyarankan agar (Swedia) menyerahkan pertahanan negara itu kepada mereka,” kata Erdogan, menambahkan.

BACA JUGA: Negara yang Berpenduduk Muslim 3,5 persen Ini Kecam Aksi Pembakaran Alquran

PKK masuk dalam daftar hitam dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. 

Admin
Penulis