SINGAPURA, FIN.CO.ID - Dampak erupsi Gunung Semeru juga dikhawatirkan pemerintah yang bertetangga dengan Indonesia.
Seperti Singapura, kini mengimbau agar warganya menunda plesiran ke Indonesia.
Pemantauan situasi dan kondisi secara cermat terus dilakukan Pemerintah Singapura.
BACA JUGA:Prabowo Jadi Cawapres Anies di Pemilu 2024, Sama Saja Ngajarin Ikan Berenang
Seperti diketahui, Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Minggu (4/11) dini hari.
"Mengingat aktivitas vulkanik Gunung Semeru, warga Singapura di Lumajang dan Malang harus memantau perkembangan ini dengan cermat, dan menghindari Gunung Semeru dan sekitarnya," ujar Kemenlu Singapura dalam travel advisory, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa, 6 Desember 2022.
Akibat letusan Gunung Semeru di Jawa Timur, Hampir 2.000 warga diungsikan ke 11 tempat penampungan.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa muntahan abu dengan ketinggian mencapai 15 km itu.
BACA JUGA: Prabowo Jadi Cawapres Anies di Pemilu 2024, Sama Saja Ngajarin Ikan Berenang
Status siaga Gunung Semeru sudah di level tertinggi, yakni Level 4.
Level tersebut setelah Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status siaga Gunung Semeru.
Bahkan, warga sekitar Gunung Semeru diingatkan agar tak mendekat dalam jarak 8 km dari puncak.
Termasuk menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai untuk menghindari risiko aliran lahar.
PVMBG juga mengingatkan agar tidak boleh ada aktivitas dari wilayah tenggara Gunung Semeru di sepanjang sungai Besuk Kobokan, hingga 17 km dari kawah, dan 500 m dari tepi sungai Besuk Kobokan.