Dengan begitu, kata Eddy, hakim pengadilan tak bisa langsung menjatuhkan vonis hukuman pidana mati, namun diatur dengan percobaan 10 tahun kurungan penjara.
“Jika dengan jangka waktu 10 tahun terpidana berkelakuan baik, maka pidana mati diubah pidana seumur hidup atau pidana 20 tahun,” kata dia.
Perubahan pasal yang mengatur pidana hukuman mati tersebut, kata Eddy, merupakan perkembangan berarti bagi perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).
BACA JUGA: Puan Bantah Surpres Calon Panglima TNI Diganti: Surpres Baru Dikirim Hari Ini
Terdapat juga mengenai pasal 2 RKUHP yang mengatur hukum yang hidup yang di masyarakat alias living law.
Eddy menyebutkan DPR mengusulkan agar pedoman pembentukan living law didasarkan pada Peraturan Pemerintah.
Eddy menjelaskan saat ini pengesahan RKUHP di sidang paripurna tergantung DPR.
“Bola sekarang ada di DPR, harus ditanyakan ke DPR kapan waktunya,” kata dia.