Internasional

Erdogan Klaim Bom di Pusat Kota Istanbul Dilakukan oleh Teroris

fin.co.id - 14/11/2022, 09:38 WIB

Turki Diguncang Bom, 6 orang tewas. Photograph: Yasin Akgül/AFP/Getty Images

ISTANBUL, FIN.CO.ID- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram dengan aksi bom yang menewaskan 6 warga Turki dan 81 lainnya luka-luka. 

Bom meledak di kawasan ramai pusat Kota Istanbul, Istiklal Avenue sekitar pukul 16.00 waktu setempat. 

"Serangan berbahaya. Mereka yang bertanggung jawab akan dihukum," kata Erdogan dilansir Reuters, Senin 14 November 2022.

Erdogan mengatakan, saat ini penyelidikan sedang dilakukan. Tetapi laporan awal menunjukkan bahwa serangan bom itu merupakan tindakan terorisme. 

BACA JUGA: Detik-detik Bom Meledak di Istanbul Turki: Orang-orang Sedang Enjoy Tiba-tiba...Duarrrr

BACA JUGA:Ledakan Bom di Turki, 6 Orang Tewas 81 Luka-luka

"Informasi pertama yang diberikan kepada kami oleh gubernur (Istanbul) menunjukkan ini adalah tindakan terorisme," kata Erdogan.

Wakil presidennya, Fuat Oktay, mengatakan seorang penyerang wanita telah meledakkan bom di jalan perbelanjaan yang ramai.  

"Siapa pun yang berada di balik peristiwa ini, mereka akan ditemukan, bahkan jika mereka pergi ke ujung dunia yang lain," kata Wakil Presiden Turki.

Ledakan itu mengguncang gedung-gedung di sekitar Istiklal Avenue. Kawasan itu merupakan pusat Kota Istanbul yang ramai dengan pejalan kaki. 

Video yang diposting online dari saat serangan itu menunjukkan orang-orang yang ketakutan berlarian dan berusaha mencari perlindungan di toko-toko terdekat saat bola api mengepul saat ledakan. 

BACA JUGA: Turki Alami 2 Kali Ledakan Tambang Batu Bara sejak 2014-2022

BACA JUGA:Konser NCT 127 Disorot Media Korsel Soal Penonton Pingsan Hingga Ancaman Bom

 “Ketika saya mendengar ledakan itu, saya ketakutan, orang-orang membeku, saling memandang. Kemudian orang-orang mulai melarikan diri. Apa lagi yang bisa kamu lakukan?” kata Mehmet Akus (45) seorang pekerja di sebuah restoran di jalan tersebut.

“Kerabat saya menelepon saya, mereka tahu saya bekerja di stiklal. Saya meyakinkan mereka," katanya kepada Reuters.

Admin
Penulis