Harga emas melambung lebih dari 2 persen, Kamis, ke level tertinggi lebih dari dua bulan karena data menunjukkan inflasi Amerika sedikit melambat pada Oktober, mengangkat harapan Federal Reserve akan mengadopsi pendekatan yang kurang agresif untuk kenaikan suku bunga.
BACA JUGA:Bendungan Kering Ciawi Karya Brantas Abipraya Raih MURI
Indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,4 persen bulan lalu setelah meningkat dengan margin yang sama pada September, kata Departemen Tenaga Kerja. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan kenaikan 0,6 persen.
Harga emas di pasar spot melesat 2,7 persen menjadi USD1.751,61 per ounce pada pukul 01.44 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melonjak 2,3 persen menjadi USD1.753,7, demikian mengutip laporan Reuters, di Bengaluru, Kamis 10 November 2022 atau Jumat 11 November 2022 dini hari WIB.
"Ketika kita mulai melihat data inflasi yang menunjukkan inflasi turun, ada ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memperlambat laju kenaikan suku bunga," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.
"Karena itu, kita dapat berargumen bahwa tekanan dramatis yang diterapkan pada pasar emas selama beberapa bulan terakhir telah dilepaskan dan emas sekarang memiliki kemampuan untuk bergerak lebih tinggi."