Khawatir bisa terjadi musibah seperti Lapindo akhirnya aktivitas pengeboran dihentikan.
"Saya memastikan saja terkait dengan pengeboran air tanah itu," ucapnya.
BACA JUGA: Lansia di Kabupaten Tangerang Banyak yang Berumur Panjang, Ini Rahasianya
Dia mengatakan, sumur bor air tanah itu sebenarnya sudah ada sebelumnya.
Namun hendak dilakukan pendalaman sumur air bor tersebut.
"Tadinya sudah ada 8 meter, baru 10 meter keluar air bercampur lumpur diduga ada minyaknya," ujarnya.
Munir mengaku telah melaporkan temuan warga itu ke dinas teknis terkait.
BACA JUGA:Airin Sebut Mad Romli Jadi Bupati Tangerang di Jalan Santai HUT Golkar ke-58
Agar dilakukan penelitian lebih dalam, apakah air berlumpur itu benar mengandung minyak atau unsur lainnya.
"Jadi lumpur campur dengan tanah, engga panas dan ada unsur minyak tapi hanya dugaan," tuturnya.
"Karena belum ada penelitianya. Saya sudah kordinasi dengan Dinas terkait untuk memeriksa kandungan air," sambungnya.
Menurut dia, berdasarkan informasi dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, bahwa tanah di wilayah Sukadiri memang mengandung minyak bumi.
"Pernah ada kajian Dinas Indag Kabupaten, katanya memang di wilayah itu ada kandungan minyak, tapi volumenya sedikit," pungkasnya.