BACA JUGA:Tugas TGIPF Tragedi Kanjuruhan Selesai, Mahfud MD Minta Maaf kepada Pers karena...
Sebelumnya, Mahfud MD menyatakan pengurus PSSI harus bertanggung jawab atas kejadian yang menewaskan ratusan suporter.
"Dalam catatan kami, disampaikan bahwa pengurus PSSI harus bertanggung jawab, dan sub-sub organisasinya," kata Mahfud usai menyampaikan laporan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan tanggung jawab itu berdasarkan pada aturan-aturan resmi yang secara hukum juga bertanggung jawab moral.
"Karena tanggung jawab itu, kalau berdasar aturan, itu tanggung jawab hukum; tapi hukum sebagai norma sering kali tidak jelas, sering kali bisa dimanipulasi, maka naik ke asas. Tanggung jawab asas hukum itu apa? Keselamatan rakyat itu adalah hukum yang lebih tinggi dari hukum yang ada; dan ini sudah terjadi, keselamatan rakyat, publik, terinjak-injak," ujar Mahfud MD.
BACA JUGA:Menghadap Pimpinan, Ferdy Sambo: Kalau Saya Nembak Kenapa di Rumah, Pasti Saya Selesaikan di Luar
PSSI Bertanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau biasa dipanggil Iwan Bule menyebut bahwa PSSI bertanggung jawab atas terjadinya Tragedi Kanjuruhan.
Hal itu disampaikannya seusai pembentukan Tim Task Force Transformasi sepakbola Indonesia bersama FIFA dan AFC, di Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022.
Sebelumnya Iwan Bule sempat bersikukuh bahwa Tragedi Kanjuruhan bukan tanggung jawabnya ataupun federasi.
Kejadian itu disebutnya murni kesalahan Panpel dan Security Officer yang dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.
Namun demikian seusai pertemuan dengan FIFA dan AFC hari ini, sikap Iwan Bule berubah.
Pernyataan bertanggung jawab itu sebenarnya sudah lama dinantikan banyak pihak.
"Pertama-tama saya atas nama federasi (PSSI) memohon maaf atas apa yang terjadi. PSSI bertanggung jawab sepenuhnya dari kejadian ini," kata Iwan Bule dalam keterangannya kepada awak media.