Internasional

Salah Perhitungan, Pasukan Rusia Kehabisan Senjata dan Amunisi di Ukraina

fin.co.id - 2022-10-12 11:31:16 WIB

Kondisi Ukraina setelah mendapat invasi Rusia.

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pasukan Rusia di Ukraina kehabisan senjata dan warga Rusia kini menyadari bahwa invasi terhadap Ukraina adalah sebuah langkah yang salah perhitungan.

Pernyataan tersebut diungkap Kepala Badan Intelijen Siber Inggris GCHQ Jeremy Fleming, dikutip Rabu 12 Oktober 2022.

BACA JUGA: Kecam Serangan Rusia, Joe Biden Janji Sediakan Lebih Banyak Senjata Canggih untuk Ukraina

"Kami tahu, dan para komandan Rusia di lapangan tahu, bahwa pasokan dan amunisi mereka kini telah habis," kata Sir Jeremy Fleming dalam pidato di lembaga pemikir Royal United Services Institute (RUSI) di London.

"Pasukan Rusia kelelahan. Eksploitasi tahanan untuk dukungan, dan kini mobilisasi puluhan ribu personel wajib militer yang belum berpengalaman, menunjukkan sebuah situasi yang putus asa," katanya.

Kepala mata-mata Inggris itu juga menuturkan bahwa warga biasa Rusia "kabur dari wajib militer, dan menyadari mereka tidak dapat lagi bepergian."

"Mereka sadar akses ke teknologi modern dan pengaruh eksternal akan dibatasi secara drastis. Mereka (warga Rusia) merasakan sejauh mana penderitaan kemanusiaan yang mengerikan yang disebabkan perang yang dipilih olehnya," kata Fleming merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

BACA JUGA: Proyek Prestise Vladimir Putin Dibom, Penghubung Krimea-Rusia hingga Rute Pasokan Utama Tentara Ambruk ke Laut

Fleming juga mengatakan tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir taktis oleh Rusia, yang ia yakini bahwa "doktrin Rusia dan pendekatan Putin untuk perang ini semoga (penggunaan nuklir) masih jauh dari kenyataan."

Pidato Fleming disampaikan sehari setelah Rusia meluncurkan puluhan rudal ke kota-kota Ukraina yang menurut Putin sebagai balasan atas ledakan yang terjadi sehari sebelumnya di Jembatan Kerch yang menjadi penghubung antara Krimea dan Rusia.

Admin
Penulis