1. Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.
2. Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.
3. Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
(BACA JUGA:Harga BBM Naik, DFSK: Kendaraan Listrik Jadi Solusi)
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya sudah menerima kalkulasi harga BBM subsidi, sehingga tinggal memutuskan soal rencana kenaikan harga tersebut.
"Kalkulasinya sudah disampaikan kepada saya, hitung-hitungannya sudah disampaikan kepada saya. Tinggal ini kami putuskan," kata Jokowi usai menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di Bandarlampung, Sabtu 3 September 2022.
Ketika disinggung kapan keputusan tersebut akan diumumkan, Jokowi tidak memberikan jawaban.
Sinyalemen kebijakan baru harga dan distribusi BBM subsidi mencuat beberapa waktu terakhir, menyusul meningkatnya subsidi dan kompensasi energi pada anggaran fiskal. Konsumsi BBM bersubsidi terus meningkat dan mengancam ketersediaan yang dialokasikan dalam APBN Tahun 2022.
(BACA JUGA:Harga BBM Naik, Polisi Lakukan Patroli Malam)
Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk merumuskan perubahan harga subsidi energi secara hati-hati dan matang, agar tidak menurunkan daya beli masyarakat dan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi, semuanya harus diputuskan dengan hati-hati, dikalkulasi dampaknya, jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga," kata Jokowi di Jakarta, Selasa 23 Agustus 2022.
Ekonomi sedang sulit, Pemerintah terpaksa naikkan harga solar & pertalite.
— Luqman Hakim (@LuqmanBeeNKRI) September 3, 2022
Tapi bangun IKN dan kereta cepat. Tapi bangan jalan raya di tengah hutan. Tapi bangun bandara yg tdk berguna. Tapi beri suntikan modal ratusan trilyun ke BUMM2.
Oh ternyata, hanya rakyat yg boleh sulit! https://t.co/xfm9aOuNjW
Yg tadi bilang kenaikan harga Petalite dan Solar hanya wacana, smoga ditambah bayarannya sbg BuzzeRp agar tetap bisa isi Pertalite ke motornya.
— Luqman Hakim (@LuqmanBeeNKRI) September 3, 2022
Jangan nyesel ya sok2 bela kebijakan yg rugikan rakyat kecil, termasuk kalian sendiri.
Sok gagaj di medsos, tapi nangis di SPBU
???????????? https://t.co/FqwIZW8h5l
Relawan dan BuzzeRp yg sampai tadi pagi masih berkoar presiden tdk naikkan harga Pertalit dan Solar, sekarang diam seribu bahasa.
— Luqman Hakim (@LuqmanBeeNKRI) September 3, 2022
Ketahuilah, sesunggugnya penyesalan itu datang di belakang, krn kalau di depan itu pendaftaran????
Apakah kamu mau menyesal lagi dg wacana 3 periode? https://t.co/mQgHSjvzRf
Mobil saya yg bensin slalu pakai PERTAMAX TURBO dan yg solar pakai PERTAMINA DEX. Bisa dicek di CCTV SPBU tempat saya beli BBM.
— Luqman Hakim (@LuqmanBeeNKRI) September 3, 2022
Maaf, saya bukan penikmat subsidi pertalite dan solar. Tapi puluhan juta rakyat telah diabaikan haknya oleh negara dg kenaikan solar dan pertalite ini. https://t.co/bnQcu3EHqr