Kesehatan

Menkes Pastikan Ada Varian Baru COVID-19, Diprediksi Terjadi Awal Tahun 2023

fin.co.id - 23/08/2022, 16:41 WIB

Menkes Pastikan Ada Varian Baru COVID-19, Diprediksi Terjadi Awal Tahun 2023

Petugas saat membersihkan ruang perawatan COVID-19 di Wisma Atlet, Jakarta.

JAKARTA, FIN.CO.ID - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan akan ada varian baru COVID-19.

Ia meminta seluruh warga Indonesia untuk bersiap-siap dan mewaspadai terjadinya mutasi virus yang diprediksi bakal terjadi pada sekitar tiga bulan awal tahun 2023. 

(BACA JUGA: Buntut Kasus Brigadir J, Kapolri Copot 24 Jabatan Anggota Polri)

“Pasti akan ada varian baru, pasti akan timbul varian baru. Karena adanya kasus konfirmasi setinggi ini, membuat Indonesia harus siap-siap,” kata Budi dalam Konferensi Pers Evaluasi PPKM yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa 23 Agustus 2022.

Budi menyebutkan alasan Indonesia harus kembali bersiap adalah situasi secara global utamanya di negara Jepang, sejumlah negara di Eropa dan Amerika sedang menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang cukup signifikan.

Tercatat, kasus konfirmasi positif harian di Eropa atau Amerika sudah mencapai 100 ribu kasus per harinya. 

Sedangkan Jepang telah tembus sebanyak 200 ribu kasus per hari. Alasan lain dari peningkatan kewaspadaan adalah terjadinya mutasi virus dan lahirnya sub varian baru.

(BACA JUGA: Penggunaan Obat Oral Pfizer untuk Pasien COVID Sudah Dapat Izin dari BPOM)

Budi menjelaskan bahwa terjadinya kenaikan kasus positif merupakan akibat dari hadirnya sub varian baru seperti BA.4 dan BA.5 di tengah-tengah masyarakat. 

Ia pun menambahkan meski Indonesia belum menghadapi gelombang baru COVID-19 karena proteksi dari antibodi masyarakat yang sudah meningkat menjadi 98,5 persen atau 2.000 unit per mili liter, tidak menutup kemungkinan bahwa kasus positif akan meledak sewaktu-waktu karena mutasi virus yang akan terus terjadi.

“Boleh dibilang pada saat gelombang BA.4, BA.5 masuk, kita tidak terganggu sama sekali. Kasusnya sekarang ujiannya adalah enam bulan lagi,” kata Budi.

Budi mengatakan bahwa Indonesia menjadi sedikit dari negara lain yang berhasil melampaui gelombang sub varian BA.4 dan BA.5.

(BACA JUGA: Pandemi Covid-19 Tak Akan Selesai, Ini Penjelasan Menkes )

Dengan demikian, Budi meminta agar semua bekerja sama agar Indonesia tak lagi menghadapi gelombang-gelombang COVID-19 selanjutnya. 

Salah satu car,  yakni menjaga agar imunitas masyarakat tetap setinggi sekarang yang diimbangi dengan laju vaksinasi COVID-19 tetap gencar seperti saat ini. sehingga kejadian infeksi dapat ditekan, ujarnya.

Admin
Penulis
-->