Health . 30/06/2022, 21:02 WIB

Awas Bumil, Depresi Picu Diabetes Kehamilan dan Bisa Diturunkan pada Anak

Penulis : Admin
Editor : Admin

JAKARTA, FIN.CO.ID - Ada alasannya mengapa ibu hamil (bumil) sebisa mungkin menghindari depresi, khususnya di awal-awal kehamilan mereka.

Alasannya adalah depresi di awal kehamilan, nantinya dapat memicu kondisi kesehatan yang tidak diinginkan.

Kondisi yang dimaksud di sini menurut sebuah studi yang dilakukan peneliti dari National Institutes of Health, adalah kaitannya dengan diabetes kehamilan atau diabetes gestasional.

(BACA JUGA:Anda Diabetes namun Ogah Minum Obat atau Suntik Insulin? Ini Risiko Komplikasinya di Kemudian Hari)

Diabetes kehamilan merupakan jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil, meski sebelumnya tidak punya masalah dengan penyakit gula.

Yang membuatnya semakin parah, diabetes kehamilan ini menurut ahli, ternyata dapat diturunkan sang ibu kepada buah hati mereka.

Menurut temuan studi itu, diabetes kehamilan ini umumnya terjadi saat usia kehamilan memasuki pekan ke-24.

Diabetes kehamilan juga kata para ahli, mempengaruhi hampir 10 persen ibu hamil.

Mengapa diabetes kehamilan bisa sampai terjadi menurut ahli, adalah dikarenakan ketidakmapuan pankreas sang ibu, dalam memproduksi jumlah insulin.

Ketika kekurangan insulin, maka tubuh manusia akan kesulitan mengkonversi gula di dalam darah, menyebabkan lonjakan yang tak terhindarkan.

Ketika hal ini terjadi, bayi yang mengasup makanannya melalui plasenta, juga akan mengalami peningkatan jumlah glukosa yang diasupnya.

Akibatnya, pankreas bayi di dalam kandungan ini, akan memproduksi lebih banyak insulin. Alhasil, terjadilah penumpukan energi dalam bentuk lemak.

Dari situ, ibu yang mengalami diabetes kehamilan, akan melahirkan bayi dengan bobot berlebih, atau disebut sebagai macrosomia.

Bayi dengan kriteria di atas ini menurut ahli, berpotensi alami diabetes tipe 2 atau diabetes melitus di kemudian hari.

Begadang Picu Diabetes

“Begadang dapat meningkatkan risiko diabetes (kencing manis), obesitas, dan penyakit jantung, “ kata dr. Natasha Alexander seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Penyebabnya menurut dr. Natasha, adalah kebiasaan orang makan tengah malam, temasuk salah satunya camilan, saat mereka asik begadang semalaman.

“Karena orang-orang yang begadang pada umumnya mengemil,”  jelas dia.

Akan tetapi menurut dr. Natasha, tidak cuma itu efek buruk begadang terhadap tubuh manusia.

Mereka yang gemar begadang tambah dia, akan terlihat lebih tua secara fisik, lantaran efek begadang terhadap kulit.

Mereka yang suka begadang juga kerap mudah lupa, bermasalah dengan kemampuan kognifit atau kemampuanya untuk berpikir.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id