Menurut Harris Turino apa yang dilakukan Telkom dan Telkomsel cukup bagus mengingat adanya pergeseran model bisnis ke arah teknologi.
"Bahwa industri Telkom kan turun terus, sehingga dia harus geser model bisnisnya," imbuh Harris.
"Dari Telkom murni yang mengandalkan data dan voice, ke arah data center melalui pembangunan data center, (kapasitas) 75 megawatt (MW), yang lain masuk bisnis digital," sambungnya.
(BACA JUGA: Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Dukungan Bagi Investasi Sektor Kedirgantaraan)
Dari yang disampaikan Telkom dan Telkomsel diketahui kalau tujuan investasi ke GoTo serta hal tersebut bisa dimengerti.
"Dari paparan secara teknis investasinya kita bisa mengerti. Bahwa investasi itu tujuannya apa serta kerugian yang terjadi pada 31 Maret, meskipun itu bukan laporan keuangan yang resmi, itu hanya triwulanan," terang Harris.
Lanjut Harris Turino, investasi tersebut malah berujung untung hingga menembus angka Rp2,8 triliun untuk saat ini.
"Kalau lihat sekarang malah untung Rp2,8 triliun. Jadi nanti kalau mau lihat rugi atau untung, ada di 31 Desember," jelas Harris.
Akhirnya Panja @DPR_RI berpikir realistis soal keuntungan @Telkomsel investasi di GOTO. Gitu dong, hal yg positif mesti didukung sama DPR bukan malah dicari-cari salahnya.
— Husin Alwi (@HusinShihab) June 15, 2022
Panja DPR: Investasi Telkom di GoTo Tidak Melanggar Hukumhttps://t.co/SKuCD0mTi1