Yusuf meneruskan jika Anies telah menhentikan kebijakan tersebut pada tahun 2019. Tetapi tahun 2022 kembali diaktifkan di akhir masa jabatanya.
"Sudah dibilang, Anies adalah gubernur paling ngibul alias pembohong. Dikira netizen +62 gampang dkibuli kayak buzzer Balai Kota? Kalau mereka kan dibayar semua. Dan bayarannya gak sedikit. Satu buzzer bisa puluhan juta bayarannya. Betul gak @tatakujiyati," tulis Yusuf Dumdum melalu Twitter-nya, dikutip Senin 13 Juni 2022.
Yusuf Dumdum juga menyertakan video perdebatan Ahok dan Anies sewaktu Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Salah satu pernyataan Ahok menyebut bahwa dirinya tidak suka membohongi orang untuk Pilkada. Anies saat itu lalu meminta Ahok agar tidak emosional dan tidak menyerang pribadi.
"Melihat realita saat ini, siapa yang ucapannya terbukti bohong? Jawabannya sudah tentu gubernur seiman. Jujur saja saya sebagai muslim malu melihat fakta ini. Masa yang dikatain kapir jauh lebih jujur ketimbang yang ngaku seiman? Terus iman seperti apa yg dimaksud?," tulis Yusuf Dumdum.
(BACA JUGA: Jumlah Pengangguran di Kabupaten Bekasi Berkurang 1,44 Persen)
Mas @yusuf_dumdum kok nggak malu ya? Dia yg ngibul tapi nuduh orang lain ngibul. Pertama, dia bilang Anies setop kebijakan bebas PBB rumah tinggal NJOP di bawah Rp 1M. Ini ngibul. Anies tak pernah menghentikannya.
— tatak ujiyati (@tatakujiyati) June 13, 2022
Katanya Faktanya pic.twitter.com/YC40vlmD97