Internasional

Ukraina Terkini, Rusia Minta Tentara Terjebak di Pabrik Menyerah, hingga 120 Warga Sipil Tinggalkan Rumah

fin.co.id - 20/04/2022, 19:12 WIB

Amerika Serikat dikabarkan akan kembali mengirim tambahan bantuan peralatan tempur senilai $425 juta (sekitar Rp 6,6 triliun) ke Ukraina

JAKARTA, FIN.CO.ID - Berikut adalah rangkuman berita terkini tentang invasi Rusia di Ukraina.

* Rusia menyerukan tentara Ukraina yang bertahan di pabrik baja Azovstal di Mariupol untuk menyerah pada Rabu. 

(BACA JUGA: Dubes Ukraina: Rusia Tidak Hanya Berkomitmen dalam Kejahatan Perang Ukraina, Tetapi Juga Terhadap Umat Manusia)

Moskow mengatakan pasukannya akan mematuhi gencatan senjata saat seruan itu berlaku. Tak satu pun tentara Ukraina menanggapi seruan serupa pada Selasa (19/4), kata Rusia.

* Sekitar 120 warga sipil yang tinggal di sekitar pabrik itu meninggalkan rumah mereka lewat koridor kemanusiaan, kata kantor berita Interfax yang mengutip TV pemerintah Rusia.

* Pasukan Rusia merebut Kreminna, pusat pemerintahan berpenduduk 18.000 jiwa di Luhansk, salah satu dari dua provinsi di wilayah Donbas.

* Rusia menyerahkan lebih dari 60 tentara dan 16 warga sipil ke Ukraina dalam pertukaran tawanan perang tahap kelima, kata wakil perdana menteri Ukraina.

(BACA JUGA: Israel Serbu Masjid Al-Aqsa Palestina, HNW: Malah Makin Brutal dan Barbar)

* Presiden AS Joe Biden, PM Inggris Boris Johnson, dan PM Kanada Justin Trudeau berjanji untuk mengirimkan lebih banyak senjata artileri ke Ukraina.

* Kementerian pertahanan Norwegia mengatakan negaranya telah menyumbang sekitar 100 rudal Mistral ke Ukraina.

* Perunding Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan sulit untuk menyebut kapan perundingan perdamaian secara langsung akan digelar selanjutnya karena Rusia kini sedang "bertaruh serius" pada agresi militernya di Ukraina timur.

* Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata untuk upaya kemanusiaan selama empat hari di Ukraina saat Paskah Ortodoks.

(BACA JUGA: Alihkan Target Serangan, Rusia Kini Gempur Donbas)

* Para petenis Rusia tidak akan diizinkan mengikuti kompetisi Wimbledon tahun ini akibat invasi Rusia di Ukraina, menurut laporan Sportico.

* Penasihat ekonomi IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan perang di Ukraina bisa merusak prediksi sebelumnya bahwa inflasi tinggi selama puluhan tahun akan mulai mereda tahun ini.

Admin
Penulis
-->