Pakar Siber Pertanyakan Big Data Luhut 110 Juta Warganet Tunda Pemilu, Bagaimana Metodologinya?
Pakar keamanan siber Doktor Pratama Persadha mempertanyakan sumber data 110 juta warganet yang setuju penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Ia menyebutkan hasil riset CISSReC menggunakan Open Source Intelligence (OSINT) akun Twitter yang membicarakan soal perpanjangan jabatan dan tiga periode di kisaran 117.746 (tweet, reply, retweet) dan mencapai 11.868 pemberitaan daring (online).
Dari data keduanya diketahui yang kontra penundaan pemilu pada Twitter sebesar 83,60 persen dan pro 16,40 persen. Sementara itu, pada media daring dengan kontra sebesar 76,90 persen dan pro 23,10 persen.
(BACA JUGA:Update Demo Bekasi, Aksi Telah Usai, Mahasiwa Pulang, Kondisi Kota Bekasi Aman Dan Kondusif)
"Dari data ini saja sudah terlihat jelas lebih banyak yang menolak penundaan pemilu," tutur Pratama yang juga Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC.